TinjauAds
Mo IgnasTinjau

Renungan Katolik Minggu Biasa XV, 13 Juli 2025

Dibaca dalam waktu2 Menit, 37 Detik

TINJAU – “Menjadi Sesama Lewat Tindakan Baik”

Bacaan-bacaan:

Bacaan I         : Ul. 30:10-14

Bacaan II        : Kol. 1:15-20

Bacaan Injil    : Luk. 10:25-37

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Semalam, sepulang dari pendampingan rekoleksi OMK, saya menyeduh kopi dan menonton TV sejenak seraya melepaskan lelah. Saat itu, televisi menyiarkan berita mengenai tawuran antar gang motor. Penyebabnya diduga karena salah satu anggota gang motor dilukai oleh gang motor lainnya. Alhasil, tawuran tidak dapat dielakkan dan banyak korban luka-luka. Ketika saya menonton berita itu, tetiba sahabat saya, yakni Tuhan Yesus datang, duduk di sebelah saya dan ikut menemani menikmati kopi. Sembari kami menikmati kopi, Tuhan Yesus bertanya kepada saya mengapa saya terlihat lelah? Saya menjawab bahwa saat ini ada beberapa tambahan tugas dan tanggungjawab yang harus saya kerjakan. Tak lama dari itu, Tuhan Yesus bertanya bagaimana cara beriman saya, apakah seperti kelompok gang motor itu atau seperti murid Yesus?

Dalam obrolan itu, Yesus menjelaskan bahwa iman seperti gang motor adalah fokus pada orang-orang yang disebut sebagai sesama. Selain sesama, anggota gang motor tidak akan mempedulikan dan berbuat baik pada mereka. Berbeda dengan gang motor, beriman seperti murid Yesus adalah beriman dengan mau setia tetap melakukan tindakan-tindakan baik pada siapapun. Tindakan baik yang kita lakukan itulah yang menjadikan orang lain menjadi sesama kita.

Nah, bagaimana dengan kita?

Kalau kita mau jujur, sampai saat ini, hal yang sering terjadi adalah kita masih beriman seperti gang motor. Kita masih fokus pada mereka-mereka yang dikenal sebagai sesama, yakni orang-orang yang dekat dan satu circle dengan kita. Selebihnya, pada orang yang tidak dikenal, kita akan cenderung tidak peduli dan sulit bersikap ramah.

Melalui pembicaraan dengan Tuhan Yesus itu, pikiran kita semakin dibuka untuk lebih memahami makna kasih yang diajarkan oleh Tuhan Yesus. Kasih dan mengasihi berarti kita mau melakukan tindakan-tindakan kebaikan kepada siapapun, baik kepada yang kenal ataupun tidak, sehingga tindakan kita menjadikan orang lain tersebut menjadi sesama kita. Hal ini juga memberikan pemahaman baru bahwa orang yang bagi kita menyebalkan dan atau mereka yang memusuhi kita, tetap dapat kita kasihi karena mereka adalah sesama kita. Caranya adalah melalui tindakan-tindakan baik yang kita lakukan kepada mereka.

Mungkin tindakan-tindakan baik ini dapat kita lakukan melalui hal-hal yang sederhana. Misalnya, ketika kita tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepada petugas yang melayani di SPBU; ketika kita mau membelikan makanan untuk pemulung yang masih bekerja hingga larut malam; ketika kita berdoa untuk korban perang, korban bencana, dan korban kecelakaan yang kita lihat di televisi; Nah, tindakan-tindakan seperti itulah yang menjadikan kita sesama bagi mereka. Sekalipun, mungkin kita tidak mengenal mereka.

Mari mulai hari ini kita fokus terus-menerus melakukan tindakan-tindakan baik bagi orang-orang yang berada di sekeliling kita. Tindakan itulah yang menjadikan kita sesama bagi mereka.

Selamat merenung.

Selamat berjuang dan mengusahakan tindakan-tindakan baik.

Selamat menjadi sesama bagi yang lain.


Penulis: Ignatius Cliverd Oktavianus Richard Pr, Imam Diosesan Keuskupan Bandung, saat ini bertugas sebagai Pastor Rekan di Paroki Bunda Maria Cirebon, Jawa Barat

Mo Ignas adalah bagian dari Sastra Koma, kolom sastra TINJAU.ID, sebuah ruang sastra untuk mengekspresikan pikiran. Tulisan yang dimuat adalah buah pikiran penulis, bukan pendapat maupun berita yang disusun oleh jurnalisme redaksi.

Back to top button