Kaleidoskop 2022: Fenomena Alam Di Indonesia
Kaleidoskop 2022: Parade Langit
Parade Langit ini merupakan fenomena langka, dimana 5 planet berjajar yang terlihat pada hari Jumat, 24 Juni 2022. Ini urutan atau posisi planet yang bakal terlihat pada waktu Subuh.
Fenomena ini punya julukan, yakni “Parade Langit” seperti yang dikutip dari website resmi Edukasi Sains Antariksa (Pusat Sains Antariksa LAPAN/BRIN).
Menurut Andi Pangerang dari Pusat Riset Antariksa LAPAN/BRIN mengungkapkan bahwa parade langit yang dimaksud adalah konfigurasi segarisnya planet Merkurius, Venus, Uranus, Mars, Jupiter dan Saturnus. Pada periode kali ini, parade langit telah memasuki yang ke-2. Ini akan melibatkan penampakan 5 planet berjajar, yaitu Merkurius, Venus, Uranus, Mars, Jupiter dan Bulan) periode 16 sampai 27 Juni 2022.
Berbicara tentang fenomena 5 planet berjajar, ini merupakan fenomena yang cukup langka mengingat kejadian serupa sempat terjadi 18 tahun yang lalu menurut laporan Science Times. Fenomena bejajarnya planet dalam konfigurasi segaris ini juga kerap kali disebut konjungsi. Namun yang unik, konjungsi planet yang terjadi kali ini adalah konfigurasi 5 planet yang secara bersamaan konfigurasinya segaris.

Hari tanpa bayangan
Masih berhubungan dengan langit, kali ini fenomena alam yang terjadi ialah hari tanpa bayangan. Kulminasi atau transit atau istiwa’ adalah fenomena ketika Matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit. Saat deklinasi Matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai Kulminasi Utama. Pada saat itu, Matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau di titik zenit. Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat “menghilang”, karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. Karena itu, hari kulminasi utama dikenal juga
sebagai hari tanpa bayangan.
Hal ini bisa terjadi karena bidang ekuator Bumi / bidang rotasi Bumi tidak tepat berimpit dengan bidang ekliptika / bidang revolusi Bumi, sehingga posisi Matahari dari Bumi akan terlihat terus berubah sepanjang tahun antara 23,5o LU s.d. 23,5o LS. Hal ini disebut sebagai gerak semu harian Matahari. Pada tahun ini, Matahari tepat berada di khatulistiwa pada 20 Maret 2022 pukul 22.33 WIB dan 23 September 2022 pukul 08.04 WIB. Adapun pada 21 Juni 2022 pukul 16.14 WIB Matahari berada di titik balik Utara dan pada 22 Desember 2022 pukul 04.48 WIB Matahari berada di titik balik Selatan.
Mengingat posisi Indonesia yang berada di sekitar ekuator, kulminasi utama di wilayah Indonesia akan terjadi dua kali dalam setahun dan waktunya tidak jauh dari saat Matahari berada di khatulistiwa. Di kota-kota lain, kulminasi utama terjadi saat deklinasi Matahari sama dengan lintang kota tersebut. Khusus untuk kota Jakarta, fenomena ini terjadi pada 4 Maret 2022, yang kulminasi utamanya terjadi pada pukul 12.04 WIB, dan pada 9 Oktober 2022, yang kulminasi utamanya terjadi pada pukul 11.40 WIB. Secara umum, kulminasi utama tahun 2022 di Indonesia terjadi terjadi antara 21 Februari 2022 di Baa, Nusa Tenggara Timur hingga 5 April 2022 di Sabang, Aceh dan 7 September 2022 di Sabang, Aceh sampai dengan 21 Oktober 2022 di Baa, Nusa Tenggara Timur.










