TinjauAds
InspirasiPilihan Redaksi

Unika San Agustin Gelar Workshop Humaniora, Soroti Hilangnya Dimensi Kemanusiaan dalam Pendidikan Tinggi

Dibaca dalam waktu3 Menit, 24 Detik

TINJAU, Pontianak | Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo (Unika San Agustin) akan menggelar Workshop Humaniora bertajuk “Filsafat dan Relevansinya bagi Dunia Pendidikan Tinggi Dewasa Ini” pada Jumat (26/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 4 Kampus II San Agustin tersebut akan menghadirkan dua akademisi filsafat terkemuka, yakni Mgr. Dr. Valentinus Saeng, CP dan Romo Dr. Agustinus Setyo Wibowo, SJ.

Di tengah meningkatnya tuntutan terhadap perguruan tinggi untuk menghasilkan lulusan yang kompetitif dan sesuai kebutuhan pasar kerja, seminar ini berupaya mengangkat kembali peran filsafat sebagai fondasi pembentukan nalar kritis, kebijaksanaan moral, dan tanggung jawab intelektual.

Moderator kegiatan, Trio Kurniawan, S.S., M.Fil, mengatakan bahwa tema seminar dipilih sebagai bentuk refleksi terhadap perkembangan pendidikan tinggi yang saat ini semakin didominasi oleh orientasi ekonomi dan kebutuhan industri.

Menurutnya, perguruan tinggi sedang menghadapi tantangan serius ketika ukuran keberhasilan pendidikan semakin banyak ditentukan oleh angka serapan tenaga kerja, produktivitas ekonomi, dan kemampuan beradaptasi dengan pasar.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

“Judul seminar ini sebenarnya merupakan refleksi kritis Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo terhadap arah perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia saat ini,” kata Trio, (25/06).

Trio menjelaskan bahwa di tengah kuatnya tekanan globalisasi dan perkembangan teknologi, muncul kecenderungan untuk menempatkan ilmu-ilmu humaniora, termasuk filsafat, pada posisi yang semakin marginal.

Padahal, justru disiplin-disiplin tersebut memiliki peran penting dalam membantu manusia memahami makna, nilai, dan tujuan dari berbagai kemajuan yang dicapai.

“Pertanyaan yang ingin kita ajukan adalah apakah filsafat benar-benar sudah tidak relevan bagi perguruan tinggi, atau justru sedang didorong ke pinggir karena dianggap tidak sejalan dengan paradigma pendidikan yang semakin pragmatis dan teknokratis,” ujarnya.

Workshop Humaniora oleh: Dr. Mgr. Valentinus Saeng, CP (Uskup Keuskupan Sanggau) Dr. Agustinus Setyo Wibowo, SJ (Imam Yesuit dan Dosen STF Driyarkara Jakarta)

Menurut Trio, pertanyaan itu penting karena menyangkut fungsi dasar universitas dalam kehidupan masyarakat. Ia menilai pendidikan tinggi tidak boleh hanya berorientasi pada penciptaan sumber daya manusia yang siap kerja, tetapi juga harus membentuk pribadi yang memiliki kemampuan reflektif dan tanggung jawab sosial.

“Apakah universitas hanya bertugas menghasilkan tenaga kerja yang kompeten, atau juga bertanggung jawab membentuk manusia yang mampu berpikir kritis, bertindak bijaksana, dan memiliki tanggung jawab moral terhadap masyarakat? Inilah yang ingin kita diskusikan bersama,” katanya.

Workshop ini akan menghadirkan Mgr. Valentinus Saeng, CP, Uskup Keuskupan Sanggau, yang dikenal luas sebagai akademisi dan pemikir filsafat. Sementara Romo Agustinus Setyo Wibowo, SJ merupakan salah satu filsuf Indonesia yang aktif menulis, mengajar, dan menyebarluaskan pemikiran filsafat kepada publik.

Trio mengaku memiliki pengalaman akademik langsung dengan kedua pembicara tersebut. Mgr. Valentinus Saeng pernah menjadi dosen sekaligus penguji tesisnya saat menempuh studi di STFT Widya Sasana Malang. Adapun pemikiran Romo Setyo Wibowo terus diikutinya melalui buku-buku dan kuliah yang tersedia secara terbuka.

“Bagi saya, sangat penting mendengarkan konsep dan argumentasi kedua pembicara ini. Mereka tidak hanya menguasai teori filsafat, tetapi juga memiliki pengalaman panjang dalam menerjemahkan filsafat ke dalam persoalan-persoalan konkret kehidupan manusia dan pendidikan,” katanya.

Selain dua pembicara utama, seminar juga menghadirkan panelis lintas disiplin, yaitu Dr. Monika Widyastuti Surtikanti, M.Pd., Stanislaus, SE., M.Pd., dan Bd. Agnes Dwiana Widi Astuti, S.Si.T., M.Kes. Kehadiran para panelis diharapkan memperkaya diskusi melalui perspektif pendidikan, ekonomi, dan kesehatan.

Trio menilai format dialog antara filsuf dan akademisi dari berbagai bidang menjadi kekuatan utama seminar ini. Menurutnya, persoalan pendidikan tinggi tidak dapat diselesaikan hanya dari satu sudut pandang keilmuan, melainkan memerlukan percakapan yang melibatkan berbagai disiplin.

Dia juga menegaskan bahwa penyelenggaraan Workshop Humaniora merupakan bentuk komitmen intelektual Unika San Agustin dalam menjaga identitas universitas sebagai ruang pencarian kebenaran dan pengembangan kemanusiaan.

“Di tengah kecenderungan yang mengukur keberhasilan pendidikan semata-mata melalui indikator ekonomi dan kebutuhan pasar, San Agustin ingin menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak boleh kehilangan dimensi reflektif, etis, dan humanistisnya,” tegas Trio.

Workshop yang merupakan bagian dari program Diktisaintek Berdampak ini akan berlangsung mulai pukul 09.30 hingga 13.00 WIB dan dapat diikuti secara langsung maupun melalui siaran langsung di kanal YouTube San Agustin Official.

Panitia membuka kesempatan bagi mahasiswa, dosen, peneliti, dan masyarakat umum untuk mengikuti diskusi yang diharapkan dapat memperkaya percakapan tentang masa depan pendidikan tinggi Indonesia. (*)

Back to top button