TinjauAds
Tinjau

Kaleidoskop 2022: Fenomena Alam Di Indonesia

Dibaca dalam waktu6 Menit, 4 Detik

Kaleidoskop 2022, ada banyak fenomena alam yang dapat kita lihat dan kita simak dengan seksama. Berikut ini rangkuman fenomena alam yang teramati di Indonesia sepanjang tahun 2022.

Jakarta – Sepanjang tahun 2022, ada banyak fenomena alam yang dapat kita lihat dan kita simak dengan seksama. Berikut ini rangkuman fenomena alam yang teramati di Indonesia sepanjang tahun 2022.

Kita awali dengan adanya hujan es di beberapa kota di Indonesia, Surabaya (Februari); Bandung (Maret); Yogyakarta (Maret), kejadian yang pernah terjadi berkali-kali di Indonesia, tetapi menjadi unik karena terjadi di beberapa tempat berbeda dalam waktu relatif berdekatan.

 

Illustrasi Hujan Es | Foto: Istimewa
Illustrasi Hujan Es | Foto: Istimewa

Kepala Bidang Diseminasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG, Hary Tirto Djatmiko, mengatakan, fenomena hujan es terjadi disebabkan adanya awan Cumulonimbus (CB) yang sangat besar dan padat.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

“Pada awan ini terdapat 3 macam partikel (butir air, butir air super dingin, dan partikel es). Sehingga hujan lebat yang masih berupa partikel padat (es/hail) dapat terjadi tergantung dari pembentukan dan pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) tersebut,” ujar Hary

Ia mengatakan biasanya awan Cb bentuknya berlapis – lapis dan seperti bunga kol. Di antara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi, yang akan cepat berubah warna menjadi abu – abu atau hitam.

Pada awan Cb ada beberapa proses pembentukan dan pertumbuhan, seperti adanya proses pergerakan massa udara naik dan turun yang sangat kuat, dikenal dengan istilah Strong Updraft and Downdraft di dalam awan Cb.

“Pergerakan massa udara naik yang cukup kuat dapat membawa uap air naik hingga mencapai ketinggian dimana suhu udara menjadi sangat dingin hingga uap air membeku menjadi partikel es,” pungkasnya.

Kemudian kata Hary, partikel es dan partikel air super dingin akan bercampur dan teraduk-aduk akibat proses Up draft dan Down draft, hingga membentuk butiran es yang semakin membesar.

Ketika butiran es sudah terlalu besar, maka pergerakan massa udara naik tersebut tidak akan mampu lagi mengangkatnya, sehingga butiran es akan jatuh ke permukaan bumi menjadi hujan es.

Kemudian, dijelaskan Hary adanya proses lapisan yang tingkat pembekuan lebih rendah atau dikenal dengan istilah Lower Freezing Level.

Pada fenomena hujan es, lapisan tingkat pembekuan mempunyai kecenderungan turun lebih rendah dari ketinggian normalnya.

“Hal inilah menyebabkan butiran es yang jatuh ke permukaan bumi tidak mencair sempurna,” tutur Hary.

Hary mengatakan di Indonesia umumnya lapisan tingkat pembekuan berada pada kisaran ketinggian antara 4 sampai 5 kilometer di atas permukaan laut.

Kaleidoskop 2022: Super Moon

Penampakan SuperMoon dari Indramayu | Foto: Istimewa
Penampakan SuperMoon dari Indramayu | Foto: Istimewa

Supermoon adalah fenomena ketika bulan tampak lebih besar, terang, dan dekat dari biasanya. Fenomena supermoon terjadi karena bentuk orbit terhadap bumi bukan bulat, melainkan elips. Jadi, muncul titik terjauh (apogee) dan titik terdekat (perigee) antara bulan dengan bumi.

Fenomena ini terjadi pada tanggal 14 Juli 2022.

Fenomena supermoon tidak memiliki dampak khusus terhadap manusia. Namun, perubahan bulan yang menjadi lebih dekat dengan bumi ini akan meningkatkan kekuatan gravitasi bulan.

Kekuatan gravitasi bulan yang bertambah bisa menaikkan pasang surut air laut. Namun, pasang surut yang terjadi hanya berkisar 2 inci. Jadi, fenomena supermoon tidak membawa bencana apalagi berdampak buruk pada psikologis manusia. Meski begitu, para nelayan disarankan untuk tidak melaut saat fenomena supermoon terjadi.

1 2 3Laman berikutnya
Back to top button