TinjauAds
Tinjau

Dukungan Khofifah Kepada Muhammadiyah Jatim

Dibaca dalam waktu4 Menit, 59 Detik

Dihadapan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Ia juga secara khusus meminta izin agar ada kebijakan secara nasional yang memungkinkan mahasiswa Universitas Muhammadiya bisa melaksanakan KKN sebagai pendidik di Malaysia.

“Insya Allah akan sangat membantu proses untuk bisa memberikan pendidikan bagi mereka. Jadi proses ini berjalan sampai kelas 6 berarti sama dengan kejar paket a, dan 3 tahun berikutnya setara dengan Kejar Paket B, namun saat ini masih belum ada akses untuk masuk pada kejar paket C,. Inilah yang saat ini memerlukan penguatan dari kita semua” jelasnya

Melalui musywil ke-16 ini, Khofifah optimis konsolidasi Muhammadiyah di Jawa Timur akan semakin kuat dalam menyikapi berbagai permasalahan aktual yang menjadi tantangan bersama. Salah satunya dalam mewujudkan Islam Rahmatan lil A’lamin melalui berbagai amal usahanya.

Untuk diketahui, dr Sukadiono terpilih menjadi Ketua PWM Jawa Timur berdasarkan hasil e-voting dalam pemungutan suara dengan total suara terbanyak 946. Penetapan ketua terpilih dilakukan setelah 13 nama formatur terpilih melakukan rapat yang berlangsung sangat cepat.

13 nama formatur tersebut antara lain Dr dr Sukadiono (Ketua), Prof Biyanto, Dr Hidayatullah, Dr Syamsudin, Dr Sulthon Amien, Ir Tamhid Masyhudi, Prof Sasmito Djati, Dr M Solihin Fanani, Khoirul Abduh, Hidayatur Rahman, Dr Nazarudin Malik, Prof Thohir Luth, dan drh Zainul Muslimin.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Mengambil tema Membumikan Islam Berkemajuan, Memajukan Jawa Timur , Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Natsir menjabarkan 4 hal penting dalam mewujudkan tema musywil tersebut.

Pertama, mari kita intensifkan dan tingkatkan baik kualitas maupun kuantitas gerakan menanamkan nilai-nilai agama Islam dalam kehidupan masyarakat. Kedua, membangun meningkatkn kualitas pembinaan jamaah serta komunitas masyaraka akar rumput. Ketiga, meningkatkan pendidikan, kesehatan, sosial dan ekonomi masyarakat umat agar kita menjadi gerakan yang lebih di depan membangun 4 aspek tersebut. Keempat, memperkokoh bangunan perstuan bangsa ukhuwah umat agar bisa menjadi bangsa yang besar dan berkemajuan.

“Tidak ada bangsa yang maju jika terpecah belah, tidak ada negara yang maju jika berantakan dan terlibat konflik serta perang saudara. Maka Muhammadiyah harus menjadi perekat persatuan bangsa. Wujudkan Al-Hujurat ayat 13 menjadi kekuatan kita memajukan mepersatukan bangsa dan dunia,” tandasnya.

M. Saad Ibrahim mengharapkan dengan terselenggaranya Muktamar beberapa waktu lalu menjadi inspirasi baginya untuk menyelenggarakan Musywil yang bermartabat, sukses dan diberikan barokah Allah SWT. ”Mudah-mudahan ini menjadi sumbangsih Muhammadiyah untuk bangsa ini,” ucapnya

Sebagai tuan rumah, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menghaturkan rasa terima kasih dan bangganya atas terpilihan Kabupaten Ponorogo sebagai veneu acara Musywil Ke-16 PW Muhammadiyah Jatim.

“Semoga Musywil ke-16 ini mampu melahirkan sosok pemimpin yang teguh dan istiqomah juga pemimpin yang mampu menghadirkan keputusan yang berpihak pada masyarakat dan membumikan Islam. Semoga juga lahir program-program yang mampu berseiring dengan Program Pemerintah Daerah dan Pemperintah Provinsi,” pungkasnya.

Dalam kesempatan ini juga turut dilakukan Penandatanganan Peresmian Amal Usaha Muhammadiyah oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah didampingi Gubernur Khofifah dan Bupati Sugiri Sancoko. Ada 5 Amal Usaha Muhammadiyah yang diresmikan pada kesempatan ini. Ke-5 Amal Usaha Muhammadiyah itu adalah Balai Diklat Muhammadiyah Ponorogo, Kantor BPRS Mitra Mentari Sejahtera, Gudang II PT Daya Surya Sejahtera, Gedung PPTQ Ahmad Dahlan dan Penambahan Kantor Bank Ziska.

Hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy, Tokoh Agama Muhammadiyah Muhammad Sirajuddin Syamsudin, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Ketua PP Muhammadiyah Agung Danarto, Wakil Bupati Ponorogo Lisdyarita, Wakil Walikota Blitar Tjutjuk Sunario, Ketua PW Asiyiyah Jatim Siti Dalilah Candrawati, beberapa kepala OPD selingkup Pemprov Jatim dan peserta Musywil ke-16 PW Muhammadiyah Jatim.

Laman sebelumnya 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button