TinjauAds
Tinjau

Dukungan Khofifah Kepada Muhammadiyah Jatim

Dibaca dalam waktu4 Menit, 59 Detik

Penulis: Fredericus Hardiyanto

Editor: Balsamus Pieter Dwiwasa

Ponorogo – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan rasa syukurnya dan selamat kepada Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim yang telah melangsungkan seluruh prosesi Musyawarah Wilayah (Musywil) ke-16 dengan penuh khidmat di Kabupaten Ponorogo sejak Sabtu hingga Minggu (25/12/22).

Khofifah optimis, setiap keputusan yang dihasilkan akan menjadi penguat bagi seluruh ikhtiar dan sinergi untuk memajukan Jawa Timur, baik melalui layanan pendidikan, layanan kesehatan maupun penguatan ekonomi masyarakat.

“Kami atas nama Pemprov Jawa Timur menyampaikan selamat kepada 13 formatur yang telah terpilih dalam Musywil ke-16 PWM Jawa Timur, khususnya kepada ketua terpilih Dr dr Sukadiono yang akan memimpin PWM Jatim periode 2022 – 2027,” ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Minggu (25/12/22).

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Terpilihnya sosok dokter yang sekaligus merupakan Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya ini, diyakini Khofifah akan semakin menguatkan dua sektor penting yang selama ini telah dirintis Muhammadiyah sejak didirikan oleh KH Ahmad Dahlan. Yakni sektor pendidikan dan layanan kesehatan.

“Muhammadiyah telah mengawali pengabdiannya dengan mendirikan sekolah berupa Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah (MIDI) pada 1 Desember 1911 kemudian mendirikan Pusat Kesehatan Umum pada tahun 1923 dan terus berkembang hingga saat ini,” tutur Khofifah.

Dari seluruh ikhtiar yang telah dirintis itu, Khofifah menyampaikan apresiasinya karena telah memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jatim. Capaian IPM di Jatim tahun 2022 menunjukan peningkatan signifikan yang mencapai 72,75% atau tumbuh sebesar 0,85% terhadap capaian IPM tahun 2021.

“Alhamdulillah tahun ini IPM mengalami kenaikan sangat signifikan. Tentunya hal ini dapat tercapai atas support dari seluruh ikhtiar elemen strategis Jawa Timur khususnya pada amal usaha pendidikan, kesehatan dan layanan ekonomi Muhammadiyah se Jawa Timur,” ungkap Khofifah.

Menurut Khofifah, dalam upaya memajukan kehidupan bangsa dan negara maka IPM menjadi bagian yang sangat penting untuk terus dijadikan tolak ukur. “Apakah pendidikan kita makin maju dan berkembang? Apakah layanan kesehatan kita makin berkualitas dan berkemajuan? Apakah layanan ekonomi masyarakat juga makin berkembang ?,” tutur Khofifah saat sambutan dalam pembukaan kemarin, Sabtu (24/12/22).

Lebih lanjut Khofifah mengatakan, peran Muhammadiyah tidak hanya berhasil mendukung peningkatan IPM di Jatim. Melainkan juga menguatan IPM bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Pihaknya pun menceritakan kunjungan kerjanyanya beberapa waktu lalu di Malaysia, Khofifah melihat kontribusi Universitas Muhammadiyah khususnya Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang telah mengirimkan mahasiswa KKN untuk mengajar di sanggar-sanggar belajar bagi anak-anak keluarga PMI di Malaysia.

“Secara khusus saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh Rektor Universitas Muhammadiyah se-Jatim khususnya Rektor Universitas Muhammadiyah Malang yang secara kontinyu mengirimkan mahasiswa KKN kesana. Karena disana masih ada yang berumur 15 tahun tapi tidak bisa membaca dan menulis. Mereka butuh pendidikan,” katanya

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button