Hidroponik Dongkrak Ekonomi Masyarakat IKN
Hidroponik dongkrak ekonomi masyarakat di sekitar kawasan Ibukota Negara Nusantara atau IKN. Pengembangan Hidroponik bagi masyarakat IKN itu, ternyata mampu menghasilkan cuan hingga jutaan rupiah.
Penajam Paser Utara – Bripka Ahmad Fatoni, adalah sosok yang mempelopori pengembangan kebun hidroponik bagi masyarakat di sekitar kawasan IKN, khususnya di kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan timur.
Sepintas, terlihat tak ada yang istimewa dari sosok Bripka Ahmad Fatoni, seorang anggota polisi yang berdinas sebagai Babinkamtibmas di Polsek Sepaku.
Dibalik sosok sederhananya, Bripka Ahmad Fatoni dalam tiga tahun terakhir, ternyata telah sukses mengembangkan perkebunan hidroponik di belakang rumahnya.
Disela-sela kesibukannya sebagai anggota polisi, ia selalu menyempatkan waktunya, untuk merawat dan memeriksa puluhan ribu tanaman hidroponik yang ia kembangkan di atas lahan seluas 200 meter persegi.
Kini, Bripka Ahmad Fatoni telah memiliki sedikitnya 15.000 lubang tanaman hidroponik, yang bisa ia panen hampir di setiap pagi.
Bripka Ahmad Fatoni mengatakan latar belakang ia serius mengembangkan perkebunan hidroponik ini, berawal dari niatnya yang ingin mendongkrak kesejahteraan keluarga serta masyarakat di sekitar kawasan IKN, khususnya di kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.
Ia pun akhirnya memutuskan memilih hidroponik, karena menilai berpeluang lebih besar dengan hasil komersil yang sangat menjanjikan.
“Jadi awalnya itu begini mbak, jadi saya berpikirnya umur kita semakin tua dan juga tenaga kita otomatis semakin berkurang, akhirnya saya berpikir mencari peluang yang pekerjaannya ringan, tetapi tetap menjanjikan dari segi komersilnya, jadi saya putuskan untuk mencoba mengembangkan kebun hidroponik ini,” kata Bripka Ahmad Fatoni.
Hidroponik menjadi pilihan
Awalnya, ia berniat ingin mengembangkan perkebunan konvensional, namun akibat banyaknya hama serta keterbatasan waktu sebagai anggota polisi, akhirnya ia pun membatalkan niatnya itu, dan memutuskan untuk mengembangkan tanaman hidroponik.
“Awalnya dulu sempat mencoba mengembangkan perkebunan konvensional yang menanam diatas tanah, tetapi karena hamanya terlalu banyak, dan berbenturan dengan jam dinas sebagai anggota polisi, sehingga saya pun memilih mengembangkan hidroponik, karena tidak terlalu memakan waktu,” imbuhnya.
Menurutnya, perjuangannya yang kini sukses mengembangkan perkebunan hidroponik itu pun akhirnya ia tularkan ke masyarakat sekitar. Apalagi profesinya sebagai seorang Babinkamtibmas yang harus memang dekat dengan masyarakat, membuatnya menjadi seorang motivator bagi masyarakat sekitar untuk ikut mengembangkan tanaman hidroponik di setiap desa.
Tujuannya, untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendongkrak perekonomian masyarakat desa di sekitar kawasan IKN.
“Alhamdulillah ya mbak, saya ini kan babinkamtibmas, jadi harus bisa menyatu dengan masyarakat. Saya pun berfikir begini, tak ada salahnya untuk menjadi motivator bagi masyarakat, nah dengan kita mengawali, kemudian mengedukasi, dan alhamdulillah sekarang disini sudah ada 4 kebun hidroponik milik masyarakat desa yang sudah bisa dipanen setiap hari, sehingga otomatis bisa membantu perekonomian masyarakat desa juga,” terangnya.









