TinjauAds
Tinjau

Kurikulum Sekolah Gagal Menyediakan Pendidikan Berbasis Budaya

Dibaca dalam waktu2 Menit, 19 Detik

Kurikukulum sekolah gagal! Baru-baru ini, New York University menemukan bahwa kurikulum sekolah gagal menyediakan pendidikan yang berbasis budaya. Hal ini menjadi sebuah titik buta yang menurut para peneliti dapat menghasilkan generasi gagal. Studi ini memperlihatkan temuan peneliti bahwa nilai matematika dan membaca siswa kelas empat dan delapan di Amerika Serikat, menurun.

New York – Penelitian mengungkap, pendidikan yang berbasis budaya menghasilkan penanaman latar belakang, kebudayaan, identitas serta pengalaman hidup siswa di kelas.

Dalam bentuk pendidikan yang berbasis budaya, seorang guru harus memiliki gaya komunikasi sebagai alat utama dalam pengajaran.

Seorang pendidik dan evaluator kurikulum Sara Carroll-Muniz pernah menemukan, ketika murid-muridnya sulit memahami suatu kiasan dalam puisi.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Carroll-Muniz mencoba mencari cara, mengarahkan murid-muridnya untuk menemukan kiasan puisi melalui lagu yang mereka sukai.

[custom-related-posts title=”Related Posts” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

NYU Metropolitan Center for Research on Equity and the Transformation of Schools menunjukkan bahwa metode semacam ini berdampak positif.

Terutama siswa dari berbagai latar belakang maupun suku, meningkatkan nilai mereka, membangun keterlibatan, dan pada akhirnya membantu keberhasilan akademik.

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button