TinjauAds
Tinjau

Dinas Kesehatan Pastikan Balikpapan Bebas Kraken

Dibaca dalam waktu1 Menit, 35 Detik

Dinas Kesehatan setempat memastikan Kota Balikpapan telah terbebas dari virus Covid-19 varian Kraken. Hal itu berdasarkan hasil tracing kontak erat yang dengan hasil tes negatif.

Balikpapan – Belum lama ini, masyarakat sempat heboh dengan munculnya temuan kasus Covid-19 dengan varian baru yakni subvarian XBB.1.5 alias varian Kraken yang telah masuk ke Kota Balikpapan.

Warga Polandia berinisial JBS (45) menjadi yang pertama terpapar Covid-19 turunan dari varian Omicron.

Subvarian itu terdeteksi masuk ke Kota Balikpapan pada 11 Januari 2023 setelah menjalani pemeriksaan dengan metode Whole Ghenom Sekuensing (WGS) di laboratorium Universitas Mulawarman, Samarinda.

“Informasi masuknya virus ini ditemukan oleh teman-teman dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Sesuai prosedur itu langsung tindakan isolasi. Kemudian PCR dan tes WGS di laboratorium Universitas Mulawarman (Unmul),” ujar Kepala Dinas kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Andi Sri Juliarti, Senin (30/1/23).

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Lebih lanjut Andi Sri Juliarty menjelaskan, tes WGS itu kini tak lagi harus jauh-jauh ke luar wilayah Kalimantan Timur. Kementrian Kesehatan (Kemenkes) telah mengembangkan beberapa laboratorium termasuk di laboratorium Universitas Mulawarman Samarinda. Laboratorium ini sudah mampu mendeteksi berbagai varian jenis virus.

“Ini sangat menguntungkan bagi kami, jika flashback, biasa harus menunggu dengan waktu yang cukup lama. Karena harus melakukan pemeriksaan di laboratorium yang ada di luar Kalimantan Timur,” jelasnya.

Balikpapan aman dari Kraken, hasil tracing negatif

Dinas Kesehatan Kota Balikpapan telah melakukan proses tracing kontak erat dari warga Polandia itu, dan hasilnya seluruh sampel, negatif.

“Sopir yang menjemput, kemudian para pegawai hotel di tempat ia menjalani isolasi maupun rekan kerjanya, semua hasilnya negatif,” imbuhnya.

Andi pun memastikan, di Balikpapan varian Kraken itu sudah terkendali. “Tidak ada penularan ke ke masyarakat juga transmisi lokal” ujarnya.

Sebagai informasi, resiko penularan dari subvarian ini sama seperti pada varian Omicron lainya.

“Malah dia lebih ringan karena tidak menonjol batuknya lebih kepada pilek dan rasa lemah daya serta sakit kepala, dan untuk isolasi juga sama 10 hari,” tutup Andi Sri Juliarty.

Editor: Michael Ckow

Back to top button