Prabowo Berharap Bisa Berpasangan dengan Ganjar

Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo sebagaimana tulisan Tinjau pada 25 Mei 2023 lalu dilihat relawan Pro Jokowi (Projo) sebagai alternatif yang perlu ditimbang kuat jika PDI Perjuangan tidak ingin kehilangan momentum sekaligus memenuhi janji politik kepada Prabowo sejak Mega-Prabowo tahun 2009. Baru-baru ini harapan itu dikristalisasi oleh Prabowo sendiri melalui harapannya agar Ganjar dapat menjadi Cawapres-nya.
Jakarta, tinjau.id – Bakal calon presiden (Bacapres) dari Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR), Prabowo Subianto, masih membuka pintu bagi Ganjar Pranowo untuk menjadi bakal calon wakil presiden mendampinginya.
Prabowo terang-terangan mengaku sempat menaruh harapan agar Ganjar Pranowo menjadi bakal calon wakil presiden yang mendampinginya di Pilpres 2024.
Pernyataan Prabowo disampaikan saat menjadi bintang tamu program dialog Mata Najwa yang dipandu Najwa Shihab.
“Tadinya aku berharap sebetulnya saya bersama beliau (Ganjar, sebagai pasangan capres-cawapres). Tadinya,” kata Prabowo, dikutip dari YouTube Najwa Shihab, Jumat (30/6/2023).
[custom-related-posts title=”Related Posts” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]
“Tadinya. Tapi sekarang nggak bisa kan?” imbuh Menteri Pertahanan itu.
Najwa Shihab beberapa saat kemudian menyodorkan enam nama kandidat bakal calon wakil presiden yang mencuat untuk mendampingi Prabowo.
Mulai dari Erick Thohir, Mahfud MD, Airlangga Hartarto, Muhaimin Iskandar, Khofifah Indar Parawansa, dan Gibran Rakabuming Raka.
Namun, lagi-lagi Prabowo menyebut nama Ganjar.
“Jujur ya, kalau saya lihat, mereka enam-enamnya adalah putra dan putri terbaik bangsa Indonesia,” ungkapnya.
“Saya lihat I can work with all of them, saya bisa bekerja dengan semua,” imbuh Prabowo.
“Siapa tahu nanti ujungnya Ganjar mau jadi wakil saya, kita pertimbangkan,” tambahnya diiringi riuh sorak penonton.
Ganjar Pranowo Diusung PDIP Jadi Capres
Prabowo mengatakan harapannya berduet dengan Ganjar seolah pupus lantaran Ganjar sudah diusung jadi bacapres PDIP.
Begitu pula dengan Prabowo yang sudah dipastikan bakal maju menjadi bacapres dari partainya.
Prabowo mengaku memiliki chemsitry yang baik dengan Ganjar, meski belum pernah bekerja sama secara langsung.
“Kalau chemistry saya oke sama beliau, orangnya easy to get along with.”
“Saya bisa bergaul sama beliau dan saya kira dia orang yang baik, hatinya baik, niatnya baik,” kata Prabowo.
Prabowo-Ganjar: Yes?
Prabowo-Ganjar dilihat relawan Pro Jokowi (Projo) sebagai alternatif yang perlu ditimbang kuat jika PDI Perjuangan tidak ingin kehilangan momentum sekaligus memenuhi janji politik kepada Prabowo sejak Mega-Prabowo tahun 2009.
Kelompok relawan Pro Jokowi (Projo) menyiapkan simulasi 10 nama capres-cawapres Pilpres 2024. Hasil simulasi itu akan menjadi bekal mereka mendukung kandidat di kontestasi politik lima tahunan itu.
Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mengatakan simulasi ini mengerucut ke dua capres terkuat, yaitu Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.
“Idealnya memang Pak Prabowo Pak Ganjar jadi satu atau Pak Ganjar dan Pak Prabowo, idealnya. Cuma kan kayaknya semakin sulit,” kata Budi Arie di Kantor DPP Projo, Jakarta, Kamis (25/5/2023).
Budi berkata simulasi nama itu adalah kelanjutan hasil Musra. Mereka membuat simulasi untuk membantu Presiden Jokowi menentukan dukungan di Pilpres 2024.
Sepuluh nama pasangan dalam simulasi itu adalah Prabowo-Ganjar, Prabowo-Airlangga, Ganjar-Prabowo, Ganjar-Airlangga, dan Airlangga-Sandiaga.
Lalu ada Airlangga-Mahfud MD, Prabowo-Mahfud MD, Prabowo-Sandiaga, Ganjar-Sandiaga, dan Ganjar-Mahfud MD.
Menurut Budi, nama-nama itu akan dibahas di konferensi di berbagai daerah. Hasil pertemuan daerah itu akan disimpulkan Projo dan diserahkan ke Jokowi.
“Setelah konsolidasi di tingkat provinsi selesai, DPP Projo akan menyelenggarakan Rakernas VI akan menentukan nama capres dan cawapres yang akan kita dukung pada Pilpres 2024,” ujarnya.
Sebelumnya Musra Relawan Jokowi sudah menetapkan tiga nama capres dan empat cawapres 2024. Mereka juga telah menyerahkan nama-nama itu kepada Presiden Jokowi.
Tiga nama capres ini antara lain Gubernur Jawa Tengah yang juga kader PDIP Ganjar Pranowo, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, dan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto.
Kemudian untuk cawapres ada Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD, Kepala Staff Presiden Moeldoko, dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin)ArsyadRasyid, serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.
Tren penurunan elektabilitas Ganjar dan janji Politik Mega di 2009
Publik telah mengetahui melalui literasi media selama ini bahwa pernah ada janji suci Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang tertulis dalam Perjanjian Batu Tulis.
“Ada semacam janji suci antara Megawati dengan Prabowo untuk memulihkan hubungan yang rusak karena Perjanjian Batu Tulis,” ujar Rocky dikutip GenPI.co dari akun YouTube Rocky Gerung Official.
Adapun Perjanjian Batu Tulis merupakan kesepakatan bersama antara Megawati dengan Prabowo yang ditandatangani di Jakarta pada 16 Mei 2009. Salah satu isi dari perjanjian tersebut yakni disepakati Megawati akan mendukung pencalonan Prabowo sebagai presiden pada Pilpres 2014.
Namun, janji itu belum dipenuhi Megawati karena PDIP mencalonkan Joko Widodo alias Jokowi dan Jusuf Kalla.
Rocky memprediksi Prabowo dan Ketua DPR RI Puan Maharani akan menjadi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden pada Pilpres 2024. Setelah kemudian PDIP mengusung Ganjar Pranowo sebagai Capres, prediksi itu meleset. Namun lagi-lagi memperlihatkan PDIP enggan memenuhi janjinya di 2009.
Baru-baru ini, LSI Denny JA merilis hasil survei terbaru terkait ‘Capres Pertama Yang Lolos Putaran Kedua & Empat Isu Pilpres Lainnya.’ Dalam survei ini, elektabilitas Prabowo Subianto mencapai 33,9 persen. Ganjar Pranowo sebesar 31,9 persen dan Anies Baswedan sebesar 20,8 persen. Rekomendasi Projo memasangkan Prabowo-Ganjar bisa jadi timbang-timbang serius. Prabowo-Ganjar Yes?









