Pemerintah Imbau Tidak Mudik dengan Sepeda Motor
Pemerintah mengimbau masyarakat tidak mudik dengan menggunakan sepeda motor. Apalagi kalau perjalanannya mencapai 8 jam lebih.
Jakarta, tinjau.id – Mudik tahun ini akan menjadi terbesar. Perkiraan sebanyak 123,8 juta orang akan pulang ke kampung halamannya merayakan Idul Fitri 1444 H.
Tujuan terbanyak para pemudik yakni ke Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Korlantas Polri mengimbau masyarakat yang akan mudik ke kampung halamannya tidak menggunakan sepeda motor.
“Kita imbau masyarakat yang akan mudik tidak menggunakan sepeda motor,” kata Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri, Brigjen Aan Suhanan, Selasa (28/3/2023).
Aan menyebutkan kendaraan roda itu menjadi moda transportasi yang banyak terlibat dalam catatan kecelakaan lalu lintas dengan angka 78 persen dari 100 persen.
“Data kita menjelaskan bahwa dari 100 persen, 78 persen kecelakaan lalu lintas yang terjadi ini melibatkan sepeda motor,” ungkapnya.
Aan meminta masyarakat untuk mengikuti program mudik gratis pemerintah. Yakni sepeda motornya naik ke truk, sementara pemudik bisa menggunakan moda bus.
“Pemerintah sudah siapkan mudik sepeda motor. Artinya sepeda motornya naik truk, pemudiknya menggunakan bis, itu lebih aman di jalan,” ucap Aan.
Direktur Lalu Lintas Ditjen Perhuhungan Darat Kemenhub Cucu Mulyana menyampaikan tiga moda transportasi akan mendominasi arus mudik. Yakni mobil pribadi, bus, dan sepeda motor.
“Motor mencapai 20,30%. Tetapi kami mengimbau pemudik tidak menggunakan motor, apalagi kalau perjalannya mencapai 8 jam. Itu membahayakan,” kata Cucu dalam Dialog Publik bersama Divisi Humas Polri, di Hotel Grand Kemang, Jakarta, Selasa (28/3/23).
Cucu mengimbau pemudik yang ingin membawa motornya bisa mengikuti program mudik gratis dari sejumlah instansi.
Sesuai pergeseran jadwal libur lebaran, perkiraan puncak arus mudik terjadi pada Selasa, 18 April 2023.
Sementara perkiraan arus balik akan terjadi pada Selasa dan Rabu, 25-26 April 2023.









