TinjauAds
Tinjau

Dakwah Digital Kaum Perempuan Untuk Kerukunan

Dibaca dalam waktu2 Menit, 5 Detik

Dakwah digital kaum perempuan untuk kerukunan dikumandangkan Fatayat NU. Dakwah digital dengan pesan mewujudkan hidup damai, rukun dan menyemai kasih antar sesama umat manusia.

Surabaya – Dakwah digital kaum perempuan untuk kerukunan dikumandangkan Fatayat NU, di Surabaya, Selasa (27/12/22).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh pimpinan dan anggota Fatayat Nahdatul Ulama (NU) Jatim menguatkan dakwah digital dengan pesan mewujudkan hidup damai, rukun dan menyemai kasih antar sesama umat manusia.

“Ini harus tumbuh dari lini manapun dan ini sudah menjadi komitmen dari seluruh pengurus Fatayat NU,” kata Gubernur Khofifah dalam acara Fatayat NU Award bertema ‘Simfoni Cinta untuk Ibu’ di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya.

Dakwah face to face atau tatap muka menjadi hal biasa, akan tetapi dakwah secara virtual akan terus hidup di berbagai media akan terekam dan tersemai sepanjang waktu.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

“Dakwah virtual bisa dikuatkan Fatayat NU sehingga ketika muncul narasi tidak pro perdamaian, Fatayat melakukan penetrasi, ketika ada narasi yang ingin membangun cara pandang Indonesia yang tidak Pancasila, Fatayat melakukan penetrasi. Bahkan Fatayat secara pro aktif mendorong pola dakwah penuh kasih dan penuh damai,” kata Khofifah.

Ketua Pengurus Wilayah Fatayat NU Jatim Dewi Winarti pada saat yang sama mengatakan pentingnya toleransi keagamaan untuk menjaga kerukunan, kedamaian dan menyemai kasih.

Menurutnya, pesan tersebut menjadi semangat serta atensi dari kelompok Fatayat NU. Bahwasannya NKRI harga mati dan nilai-nilai keberagaman menjadi bagian kekayaan Jatim dan Indonesia yang harus dijaga.

“Dakwah yang inklusif dan dakwah yang bisa menebar satu kecintaan kepada banyak kelompok menjadi bagian yang penting untuk dilakukan secara kolektif,” tuturnya.

Tentu, kata dia, para Fatayat NU juga mendorong gerakan dakwah kedamaian dan kerukunan melalui sentuhan teknologi. Melalui daiyah platform digital yang diisi generasi milenial, mereka menyerukan kebangsaan dan kedamaian.

“Lahir dari sebuah pemikiran dan gerakan yang strategis dan dukungan sehingga melahirkan generasi yang insyaallah bisa menghantarkan negara menjadi bangsa yang santun dan moderat,” ungkapnya.

Mengambil tema, ‘Simfoni Cinta untuk Ibu’, Dewi menjelaskan, Simfoni sendiri dapat dianalogikan seperti musik orkerstra yang dimainkan atau dikelola bersama- sama secara baik. Hasilnya, sentuhan perempuan Fatayat NU melahirkan kader-kader perempuan yang mampu menggerakkan masyarakat untuk mewujudkan nilai keberkahan melalui wujud nyata dari sebuah proses.

Ketua Umum Fatayat Nahdatul Ulama Pusat Margaret Aliyatul Maimunah menegaskan bahwa melalui kegiatan ini menunjukkan bahwa program- program fayatayat NU memenuhi serta memberikan manfaat tidak hanya untuk kader dan pengurus Fatayat NU saja, akan tetapi juga memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Saya mengajak seluruh sahabat saya mari kita menguat bersama dan maju bersama untuk Indonesia dan peradaban dunia,” tegasnya.

Penulis: Fredericus Hardiyanto

Editor: Michael Ckow

Back to top button