TinjauAds
Tinjau

Nostalgia atau Gagal Move On Tren Seragam SMA di Kampus

Dibaca dalam waktu1 Menit, 55 Detik

Nostalgia menggunakan seragam sekolah menengah atas (SMA) atau kejuruaan di kampus menjadi tren yang sedang berkembang. Nostalgia atau malah Gagal Move On dari masa lalu?

Semarang, tinjau.idMasa remaja adalah masa yang paling menyenangkan. Terlebih masa-masa di SMA, ketika seorang remaja menuju dewasa dan mencari jati diri.

Muncul sebuah tren ketika mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang kompak mengenakan seragam SMA di kampus.

Selain mahasiswa UGM, sekumpulan mahasiswa jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Semarang (Unnes) juga melakukan hal serupa.

Hal tersebut terlihat dalam postingan TikTok akun @kza.visual, yang mengunggah keseruan kelas Seni Rupa Rombel C angkatan 2022. Dalam video tersebut, mereka kompak mengenakan seragam SMA saat kuliah.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Kreator video akun @kza.visual, Zaki Dony Kezia Firmansyah, mengaku, video yang dibuat bersama kawan sekelasnya itu memang bermaksud untuk mengikuti tren mahasiswa saat ini.

Bukan tanpa alasan Kezia, sapaan akrabnya, melakukan hal tersebut. Ia melakukan hal tersebut lantaran ingin bernostalgia bersama, mengenang masa-masa SMA.

“Kita kan kuliah angkatan 2022, nah pas SMA itu kepotong Corona. Jadi kita tidak banyak dapet momen masa-masa SMA, cuma merasakan waktu kelas 10 dan semester dua kelas 12. Jadi cuma sebentar,” jelas Kezia,  Senin (28/2/23).

[custom-related-posts title=”Related Posts” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

Kezia mengatakan, mengenakan seragam SMA bersama kawan-kawan kuliah mempunyai kesan tersendiri baginya.

Selain nostalgia, tren tersebut dianggap bisa menghibur civitas akademik maupun non akademik di lingkungan Unnes.

Orang-orang biasanya bernostalgia karena sudah lama tidak bersua dan bercengkrama dengan orang-orang pada masa lalunya, dengan mengadakan reunian.

Merasa tidak mendapatkan masa-masa indah di SMA karena pandemi, padahal pada sisi lain, mereka juga memperoleh keuntungan adanya pandemi Covid-19. Bagaimana tidak, beberapa dari mereka, tidak belajar serius pun pasti akan lulus.

Jangan sampai ini adalah bagian dari gagal move on temen-temen mahasiswa baru (Maba) yang masih ingin menjadi anak SMA, atau belum mau melepaskannya. Gagal Move On yang berkedok nostalgia, yang belum seharusnya.

Menghibur Orang Sekitar

Menarik ketika melihat pada mahasiswa merasa ini adalah tren yang baik dan menghibur bagi orang-orang sekitar mereka.

Berproses menjadi lebih dewasa itu memang memerlukan waktu yang tidak sedikit. Satu hal yang pasti, kita semua akan menjadi tua tetapi belum tentu dewasa.

Mari bersama-sama kita berkembang menuju dewasa

 

Back to top button