TinjauAds
Tinjau

Céline Dion Batal Tur Dunia

Dibaca dalam waktu1 Menit, 53 Detik

Céline Dion, penyanyi Kanada, membatalkan tur dunia yang sudah ia rencanakan. Celine membatalkan tur di kota-kota Eropa termasuk London, Praha dan Amsterdam.

Quebec, tinjau.id Céline Dion mengumumkan di Twitter Jumat pagi bahwa dia membatalkan tur dunia Keberanian.

Tur dijadwalkan hadir di kota-kota Eropa termasuk London, Praha dan Amsterdam hingga 2024.

Dion mengatakan pada bulan Desember bahwa dia menderita sindrom orang kaku (SPS).

Gejalanya meliputi otot kaku di seluruh tubuh, termasuk lengan, dan kaki.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

[custom-related-posts title=”Related Posts” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

Sebelumnya, Dion merencanakan tur dunia bertajuk “Courage.”

Kondisi medis membuatnya tidak bisa tampil, katanya dalam pernyataan yang diposting ke media sosial.

“Saya bekerja sangat keras untuk membangun kembali kekuatan saya,” katanya.

“Sebaiknya kita membatalkan semuanya sekarang sampai aku benar-benar siap untuk kembali ke panggung lagi,” lanjut Dion.

Melansir CBC News, pada tahun 2022 Dion telah menjadwal ulang beberapa pertunjukan tur “Courage” ke tahun 2023 dan 2024.

Ikon pop yang populer dengan lagu My Heart Will Go On, If You Asked Me To dan Because You Loved Me telah memenangkan 20 Penghargaan Juno dan termasuk yang pertama mendapat penghargaan di Walk of Fame Kanada di Toronto, pada tahun 1999.

Selain tantangan kesehatannya, sejak 2016 Dion telah menghadapi kematian suaminya, ibunya, dan salah satu saudara laki-lakinya.

Penyakit Céline Dion

Melansir National Institutes of Health, Dion mengidap penyakit Stiff-person syndrome (SPS) yang adalah kelainan neurologis progresif yang langka. Selain otot kaku di batang tubuh (torso), lengan, dan kaki, penderita juga mengalami kepekaan yang lebih besar terhadap kebisingan, sentuhan, dan tekanan emosional, yang dapat memicu kejang otot.

Seiring waktu orang dengan SPS dapat tiba-tiba mengalami postur membungkuk. Beberapa orang mungkin menjadi cacat dan sulit untuk berjalan atau bergerak.

Banyak yang sering jatuh karena mereka tidak memiliki refleks normal untuk menahan diri. Ini dapat menyebabkan cedera serius. Penderita SPS mungkin takut keluar rumah karena suara jalanan, seperti suara klakson mobil, bisa memicu kejang dan jatuh.

SPS memengaruhi wanita dua kali lebih banyak daripada pria. Ini sering dikaitkan dengan penyakit autoimun lain seperti diabetes tipe-I, tiroiditis, vitiligo, dan anemia pernisiosa.

Para ilmuwan belum memahami apa yang menyebabkan SPS, tetapi penelitian menunjukkan bahwa itu adalah hasil dari respon autoimun yang salah di otak dan sumsum tulang belakang.

Back to top button