TinjauAds
Tinjau

Sapi Perah yang Positif LSD di Lembang Dipotong dan Dikuburkan

Dibaca dalam waktu1 Menit, 18 Detik

Seekor sapi perah terjangkit virus LSD (Lumpy Skin Disease) di Kecamatan Lembang  oleh pihak Dinas Kesehatan disembelih dan dikuburkan.

Lembang, tinjau.id – Sapi itu milik salah seorang peternak di  Kampung Batu Lonceng, Desa Suntenjaya, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Sapi perah itu menjadi hewan ternak pertama di Bandung Barat yang  terkena penyakit hewan asal Afrika ini.

Sapi yang terjangkit virus LSD itu ketahuan berdasarkan pemeriksaan sampel darah dari  Laboratorium Balai Veteriner Subang, beberapa pekan lalu.

“Kami kemudian memotongnya agar tidak menjangkiti sapi ternak lainnya,” ujar Kabid Kesehatan Hewan  Bandung Barat Acep Rohimat, Jumat (24/3/23).

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Menurut Acep,  guna pencegahan penularan  sudah ada beberapa pemotongan bersyarat sapi lainnya.

“Sapi yang kami potong itu kemudian mendapat penggantian dari KPSBU Lembang, karena pemiliknya terdaftar sebagai anggota koperasi tersebut,” ujarnya.

Daging sapi itu sebenarnya relatif masih aman untuk konsumsi. Namun dengan berbagai pertimbangan dan menghindari hal-hal yang tidak  inginkan, akhirnya kita kuburkan.

Sapi  itu berjenis kelamin betina dan sudah berusia sembilan tahun.

“Jadi berdasarkan anamnese sapi mengalami demam, tidak nafsu makan dan muncul bentol-bentol. Hasil pemeriksaan klinis dan pemeriksaan laboratorium, positif LSD,” katanya.

Pemotongan bersyarat sapi tersebut sudah menjadi kesepakatan bersama antara peternak dengan  pihak KPSBU.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan RT/RW setempat dan Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Bandung Barat.

Untuk mencegah kasus serupa, pihaknya melakukan sosialisasi ke peternak agar menjaga kebersihan kandang dan melakukan penyemprotan disinfektan.

“Kami juga memperketat lalu lintas ternak dari luar daerah. Semua sapi yang masuk harus  sudah vaksin. Peternak yang menjaga kandang juga harus steril ketika akan melakukan pemerahan susu sapi agar meminimalisir munculnya virus,” ucapnya.

Back to top button