TinjauAds
Tinjau

Hari Gizi Nasional 2023, Cegah Stunting Bersama!

Dibaca dalam waktu1 Menit, 46 Detik

Hari Gizi dan Makanan (HGN) menjadi momentum amat penting bagi kita semua untuk memperingati dan meninjau kembali kesehatan masyarakat Indonesia. 

Jakarta – Perayaan Hari Gizi dan Makanan Nasional jatuh pada tanggal 25 Januari setiap tahunnya. Hari Gizi Nasional di Indonesia adalah bagian dari upaya perbaikan gizi dan melihat kesenjangan gizi masyarakat.

Tujuan Hari Gizi dan Makanan Nasional

Melansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI, peringatan Hari Gizi dan Makanan bertujuan untuk menggalang kepedulian dan meningkatkan komitmen dari berbagai pihak untuk bersama membangun gizi menuju bangsa sehat berprestasi melalui gizi seimbang dan produksi pangan berkelanjutan, sehingga dapat turut mendorong pencapaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional bidang kesehatan. 

Sejarah Hari Gizi dan Makanan Nasional

Indonesia memiliki Bapak Gizi Nasional Indonesia yaitu Prof. Poerwo Soedarmo sejak awal kemerdekaan. Kala itu, Prof. Poerwo Soedarmo merintis kader-kader pendidikan gizi di mana nantinya mereka yang akan langsung berinteraksi dengan masyarakat yakni dengan mendirikan Sekolah SDPM (Djuru Penerang Makanan) pada tahun 25 Januari 1951. Tanggal tersebut pun akhirnya digunakan sebagai peringatan Hari Gizi dan Makanan.

Tema Hari Gizi dan Makanan Nasional 2023

Tahun ini Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengambil tema “Protein Hewani Cegah Stunting” dengan slogan “Protein Hewani Setiap Makan” dan “Isi Piringku Kaya Protein Hewani” melansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Stunting adalah gangguan yang terjadi pada anak-anak dan berpengaruh terhadap pertumbuhan mereka. Sebagian dari Anda mungkin masih cukup asing dengan istilah ini, namun kasus stunting cukup umum terjadi di Indonesia.

Stunting ditandai dengan kurangnya tinggi badan anak apabila dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Sederhananya, stunting merupakan sebutan bagi gangguan pertumbuhan pada anak. Penyebab utama dari stunting adalah kurangnya asupan nutrisi selama masa pertumbuhan anak. Banyak yang tidak menyadari bahwa tinggi-pendeknya anak bisa menjadi tanda adanya masalah gizi kronis.

Tema peringatan Hari Gizi Nasional ke-63 tersebut dilatari oleh pertimbangan permasalahan stunting yang belum mencapai target, dan bukti bahwa konsumsi protein hewani berkorelasi mencegah stunting.

Stunting masih menjadi permasalahan utama di Indonesia. Angka masih terbilang tinggi yaitu 24,4% (SSGI 2021), walaupun terjadi penurunan dari tahun sebelumnya yaitu 27,7% (SSGI 2019) namun masih butuh upaya untuk mencapai target penurunan stunting pada tahun 2024 sebesar 14%.

Editor: Michael Ckow

Back to top button