TinjauAds
Tinjau

PDIP Jatim Tolak Kedatangan Timnas Israel di Piala Dunia U-20

Dibaca dalam waktu1 Menit, 44 Detik

PDIP Jatim tolak kedatangan Timnas  Israel di Piala Dunia U 20. Penolakan ini berdasarkan komitmen solidaritas terhadap perjuangan Bangsa Palestina.

Surabaya, tinjau.id Penolakan timnas sepak bola Israel berlaga di Piala Dunia U-20 terus berdatangan.

Kali ini  DPD PDI Perjuangan Jatim juga  secara tegas menolak kedatangan Timnas Israel pada gelaran Piala Dunia U 20 di Indonesia.

“PDI Perjuangan Jatim menolak kedatangan delegasi Israel,” kata Plt Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, Said Abdullah, Kamis (23/3/23).

Said menginstruksikan kepada seluruh anggota Fraksi PDIP DPRD Jatim menyuarakan penolakan kehadiran delegasi Israel pada Piala Dunia U 20 di Jatim.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

“Menginstruksikan kepada Fraksi PDIP di DPRD Jatim untuk menolak kehadiran delegasi Israel pada Piala Dunia U-20 di Jatim. Penolakan itu perlu disampaikan secara terbuka dan tertulis kepada Gubernur Jawa Timur,” tegas Said.

[custom-related-posts title=”Related Posts” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

Bukan tanpa alasan. Penolakan ini berdasarkan  pada komitmen solidaritas terhadap perjuangan Bangsa Palestina  menghadapi aneksasi, penjajahan,  dan pembunuhan oleh Israel terhadap warga serta tanah air Palestina.

“Sikap PDI Perjuangan Jawa Timur ini sejalan dengan kebijakan politik  Presiden Soekarno dalam menempatkan delegasi olahraga dari Israel,” katanya.

Pada 1957 Indonesia lolos dari babak kualifikasi Piala Dunia tahun 1958 setelah Taiwan menyatakan pengunduran diri. Pada babak play off setelah Australia juga mengundurkan diri, Indonesia harus menghadapi Timnas Israel.

Saat akan menghadapi Timnas Israel, PSSI meminta pertandingan berlangsung di tempat yang netral, namun permintaan ini mendapat penolakan FIFA.

“Atas kebijakan ini, Timnas Indonesia menyatakan mengundurkan diri dalam menghadapi Timnas Israel,” jelasnya.

Cermin Konsistensi Indonesia

Hal serupa dilakukan Presiden Soekarno kala Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 1962.

Saat itu pemerintah  tidak memberikan visa kedatangan delegasi Israel, dan  Indonesia lebih memilih membayar denda kepada Komite Olimpiade Dunia daripada menerima delegasi atlit Israel.

Sikap Presiden Soekarno di atas menurutnya sebagai cermin konsistensi Indonesia dalam melawan dan menghapuskan segala bentuk penjajahan, dan kolonialisme di muka bumi.

“Sikap itu kami jadikan teladan dalam perjuangan politik melawan kolonialisme Israel terhadap Palestina hingga saat ini. Apalagi Pembukaan UUD 1945 juga menegaskan agar Bangsa Indonesia ikut aktif dalam penjuangan melawan penjajahan,” tuturnya.

Back to top button