TinjauAds
Tinjau

Mengenang Peristiwa Bandung Lautan Api

Dibaca dalam waktu2 Menit, 14 Detik

Hari ini, 24 Maret merupakan momen Peringatan Bandung Lautan Api. Seperti apa sejarah di balik peristiwa penting yang tertulis dalam sejarah itu? 

Bandung, tinjau.id –  Bandung Lautan Api merupakan peristiwa yang menjadi rangkaian sejarah kemerdekaan Indonesia.

Dinamakan demikian karena peristiwa Bandung Lautan Api adalah peristiwa kebakaran besar yang terjadi di Bandung pada 24 Maret 1946.

Sejarah mencatat 200.000 penduduk Bandung membakar rumah mereka sendiri dalam peristiwa tersebut.

Api berkobar di seluruh wilayah Bandung. Banyak bangunan vital yang juga terbakar. Jago merah membumihanguskan sudut-sudut Bandung.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Penduduk Bandung kemudian bergerak meninggalkan Kota Kembang menuju pegunungan di Bandung wilayah selatan. Itu berawal dari perebutan Bandung oleh penjajah.

Peristiwa ini berawal dari datangnya tentara Sekutu yang dibonceng tentara NICA Belanda ke Bandung, Jawa Barat, 12 Oktober 1945.

Saat itu, Indonesia baru dua bulan memproklamirkan kemerdekaan sehingga kondisi pertahanan dan keamanan Tanah Air belum cukup stabil.

Itu yang memicu kemarahan penduduk Bandung. Rakyat marah, karena Sekutu di bawah pimpinan Brigade Mac Donald menuntut menyerahkan senjata hasil lucutan tentara Jepang ke mereka.

Tak hanya itu saja. Tentara Sekutu juga membangun markas di sejumlah hotel di sudut-sudut Kota Bandung.

Rakyat Bandung makin marah. Akhirnya, 21 November 1945 malam, Tentara Keamanan Rakyat (TKR) serta badan-badan perjuangan melancarkan serangan ke markas-markas Sekutu di Bandung Utara.

Rupanya, serangan itu tak membuat Sekutu menyerah. Tiga hari setelah serangan tersebut, Brigade Mac Donald mengultimatum rakyat agar mengosongkan Bandung Utara selambat-lambatnya pada 29 November 1945.

Sekutu membagi Kota Bandung menjadi dua wilayah. Yakni Bandung Utara untuk wilayah kekuasaan mereka, dan Bandung Selatan buat pemerintah RI.

 

Pasukan Indonesia menjawab ultimatum itu  dengan membangun pos-pos gerilya di berbagai titik.

Sepanjang Desember terjadi beberapa pertempuran di berbagai tempat. Di antara lain Cihaurgeulis, Sukajadi, Pasir Kaliki, dan Viaduct.

Bandung Lautan Api

Pada 23 Maret 1946, mereka mengultimatum Perdana Menteri Syahrir. Agar selambatnya pukul 24.00 WIB tanggal 24 Maret 1946 pasukan Indonesia meninggalkan Bandung Selatan sejauh 10-11 kilometer dari pusat kota.

Jelas, Pemerintah RI menolak ultimatum tersebut. Tidak mungkin memindahkan ribuan pasukan dalam tempo singkat.

Setelah melalui musyawarah Madjelis Persatoean Perdjoangan Priangan (MP3), TRI, aparat pemerintahan, dan para pemimpin laskar perjuangan sepakat untuk meluluhlantakkan Bandung sebelum meninggalkan kota tersebut.

Pada 24 Maret 1946 pukul 21.00 WIB, operasi dimulai. Gedung pertama yang diledakkan ialah Bank Rakyat.

Selanjutnya, pembakaran sejumlah wilayah seperti Banceuy, Cicadas, Braga, dan Tegalega. Anggota TRI juga membakar asrama-asrama mereka.

Dalam waktu tujuh jam saja Bandung luluh lantak. Baru kemudian, mereka beramai-ramai meninggalkan Bandung.

Kota kembang yang hancur lebur jelas tak bisa difungsikan oleh sekutu sebagai markas militer.

Peristiwa pertempuran, pengosongan, dan pembakaran Bandung menjadi sejarah besar.

Masyarakat Bandung meninggalkan rumah, harta, dan tempat mereka berlindung demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

 

 

 

Back to top button