10 Tahun Terbengkalai, SDN Panaragan Kidul Nyaris Ambruk
10 tahun lebih tak tersentuh bantuan perbaikan, kondisi bangunan SDN Panaragan Kidul, Kota Bogor nyaris ambruk. Saat cuaca buruk, kegiatan belajar mengajar di sekolah yang hanya berjarak satu kilometer dari Istana Bogor itu terpaksa dihentikan.
Bogor, tinjau.id – Kepala Sekolah SDN Panaragan Kidul, Siti Horisoh menyebutkan, kerusakan ruang kelas sudah terjadi sejak 2005 dan ruang guru sejak 2010.
Kerusakan tersebut terjadi pada bagian atap, dinding, dan lantai bangunan.
Siti mengaku sudah mengajukan perbaikan fasilitas pendidikan berlokasi di Kelurahan Panaragan, Kecamatan Bogor Tengah setiap tahunnya. Namun, hingga saat ini belum mendapatkan kepastian perbaikan sekolah ini.
“Kami sudah berusaha mengajukan ke dinas sejak lama. Kami juga sudah ke kelurahan melalui Musrenbang. Tetapi belum ada jawaban. Kasihan anak-anak,” ujarnya.
Siti mengaku berupaya meminimalisir kerusakan, dengan menutup beberapa ruang kelas. Namun karena minimnya ruangan, kami masih memakai kelas 5 dan kelas 6, meski kondisi ruangan sudah terancam roboh.
“Kalau kondisi hujan dan angin kencang, kami liburkan karena ngeri. Demi menjaga keselamatan kami memulangkan anak-anak, daripada kejadian yang tidak diinginkan,” tutur Siti.
DPRD Kota Bogor Prihatin
Mendapati laporan itu, Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Akhmad Saeful Bakhri mengaku sangat prihatin.
Tidak pekanya Dinas Pendidikan Kota Bogor, kata Saeful, semakin menambah catatan buruk kepemimpinan Wali Kota Bogor Bima Arya.
“Kami telah mencatat. Kerusakan sekolah ini terdiri dari plafon yang sudah jebol, ruang kelas yang tidak layak pakai, tembok rusak dan pondasi bangunan yang sudah tidak kuat,” kata Saeful, usai melakukan inspeksi mendadak ke SDN Panaragan Kidul, Kamis (23/2/23).
Saeful juga menilai, Pemkot Bogor kerap mementingkan pembangunan dan perbaikan fasilitas umum seperti taman dan infrastruktur lainnya, namun mengabaikan keselamatan pelajar.
“Ini memalukan. Hanya berjarak 1 kilometer dari istana presiden dan kantor Wali Kota, masih bisa kita temukan kondisi sekolah yang memprihatinkan,” tandas Saeful.
Saeful menduga, tidak adanya kemauan dari Pemerintah Kota Bogor untuk memperbaiki bangunan sekolah di Kota Bogor, lantaran tidak adanya database dan campur tangan Dinas Pendidikan untuk mendata sekolah yang membutuhkan perbaikan.
Ia pun menyebut, 20 persen anggaran di dalam APBD Kota Bogor untuk sektor pendidikan, nyatanya masih tidak bisa memberikan kualitas pendidikan yang lebih baik di Kota Bogor.
“Kami sudah menekankan bahwa 20 persen anggaran untuk sektor pendidikan harus memberikan kualitas pendidikan yang nyata. Tapi kalau begini, tentu akan kami tindaklanjuti,” ujarnya.
Tidak hanya memanggil (Disdik) Kota Bogor, pihaknya juga akan menyurati Wali Kota Bogor untuk segera memperbaiki SDN Panaragan Kidul.
“Kami juga akan surati Wali Kota Bima Arya untuk menindaklanjuti perbaikan di SDN Panaragan Kidul,” pungkasnya.









