Puisi: Malam Ini Untuk Ibu
Penulis: Claudia Stella Hanu
Editor: Balsamus Pieter Dwiwasa
Sekali lagi kudapati dirinya duduk terdiam di sana
memandangi potret lawas dua puluh tahun lalu yang telah memudar cukup lama
tanpa pernah memorinya hilang barang sejenak dari kepala
Dialah anak kecil dalam foto itu yang mengenakan gaun merah muda
merengek manja sambil duduk di pangkuan ibunya
yang setia mengusap lembut rambut ikal terikat pita
sambil bercerita tentang semua kecuali duka
Ia mengingat secara baik bahkan tampak nyata
bagaimana daster bekas pakai ibu beraroma
lipstik merah ibu yang itu-itu saja
masakan ibu yang selalu membuat rindu pulang ke rumah meski tak sempurna
juga tangis ibu di sela-sela doa khusyuknya pada Sang Maha
Ia mengingat semua sampai tak ingat bagaimana cara melupa
Sebab kini yang ia bisa hanya mengenang segala
Malam ini ia di sana
duduk di atas rerumputan berbunga
di samping pusara ibu yang ia kasihi
untuk memberi senyuman musim semi
bagi wanita tercinta yang telah gugur;
di hatinya ia kubur
Hari ini ia memutuskan
untuk tidak menyiapkan apa-apa selain keberanian
merela ibu terbaring kaku di tempat peristirahatan
sebab yang lalu sampai kemarin adalah penyangkalan
bahwa ia telah kehilangan
Selamat Hari Ibu untuk semua ibu yang telah kembali kepada Pencipta
Semoga tenang dan damai jiwamu dalam peristirahatan penuh kasih cinta









