TinjauAds
Tinjau

Kementerian PUPR Akan Bangun 89 Jembatan Gantung di 2023

Dibaca dalam waktu1 Menit, 24 Detik

Kementerian PUPR akan membangung 89 jembatan gantung pada 2023 dengan mengalokasikan dana sebesar 4,63 triliun Rupiah. Pada tahun 2022 PUPR berhasil membangun 41 jembatan dari 84 yang masuk perencanaan.

Jakarta, tinjau.idKementerian PUPR mengalokasikan dana sebesar Rp 4,63 triliun sebagai pagu penanganan jembatan pada tahun 2023.

Dana tersebut untuk berbagai pekerjaan jembatan. Seperti melanjutkan pekerjaan dari tahun sebelumnya, pembangunan dan duplikasi, pembangunan flyover, penggantian, preservasi, hingga pekerjaan jembatan gantung.

Direktur Pembangunan Jembatan, Yudha Handita Pandjiriawan mengatakan, jembatan merupakan modal penting konektivitas dan bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi kawasan di lokasi jembatan tersebut berada.

“Kami tidak membangun saja tetapi harus mempunyai nilai lebih yaitu pertumbuhan ekonomi,” ujarnya dalam keterangan resmi mengutip dari laman Ditjen Bina Marga pada Rabu (22/02/23).

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

[custom-related-posts title=”Related Posts” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

Mengenai jembatan gantung, menurut dia banyak daerah di Indonesia membutuhkan infrastruktur jembatan namun kerap terkendala keterbatasan dana.

Maka dari itu Presiden Joko Widodo menginstruksikan Kementerian PUPR untuk membantu peningkatan konektivitas kawasan pedesaan dengan membangun jembatan gantung.

Ditjen Bina Marga pada tahun 2023, alokasikan dana sebesar Rp 347 miliar untuk bangun 89 unit jembatan gantung.

Rinciannya, Pulau Sumatera 31 unit, Pulau Kalimantan 7 unit, Pulau Sulawesi 13 unit, Pulau Papua 6 unit, Jawa-Bali 27 unit, Nusa Tenggara Barat 2 unit, dan Maluku Utara 1 unit.

Sementara tahun 2022, Kementerian PUPR berhasil menyelesaikan 41 dari 84 unit usulan Jembatan Gantung.

Yudha menambahkan, lebar jembatan gantung relatif kecil dan hanya cukup untuk sepeda motor, tetapi masyarakat dapat merasakan manfaatnya.

“Warga desa tidak harus menempuh jarak memutar jauh untuk mengangkut hasil bumi ataupun sekedar berangkat kerja atau sekolah. Ini kan bentuk peningkatan ekonomi juga,” pungkasnya.***

 

Back to top button