TinjauAds
Tinjau

Korban Gempa Cianjur 162 Jiwa, Presiden Jokowi Tinjau Cianjur

Dibaca dalam waktu3 Menit, 3 Detik

Rio Cornelianto | tinjau.id

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengkoordinasikan kementerian dan lembaga untuk percepatan penanganan pascagempa Cianjur magnitudo (M)5,6. Koordinasi ini dipimpin BNPB dan menargetkan masa tanggap darurat berlangsung selama 14 hari dan berharap proses pencarian dan evakuasi sudah selesai. BNPB meminta kementerian dan lembaga dapat bersinergi dan berkolaborasi untuk mempercepat penanganan darurat termasuk pengerahan personel dan logistik ke lokasi bencana.

“Kami juga menyiagakan satu unit helikopter untuk distribusi bantuan,” ujar Kepala BNPB, Suharyanto Selasa (22/11/22).

Prioritas utama penanganan darurat yang dirancang BNPB yaitu pencarian dan evakuasi korban, penanganan pengungsi serta perbaikan sarana vital dan pembersihan material yang menutup akses jalan.

Tinjauan Terkait: Belum Tersentuh Bantuan, Korban Gempa Tidur Di Jalanan

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Hingga hari ini, Selasa (22/11), pukul 06.00 WIB, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB masih menyebutkan sebanyak 25 warga tertimbun reruntuhan bangunan. Data menyebutkan sejumlah warga tersebut teridentifikasi berada di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Koordinasi penanganan bencana gempa Cianjur ini antara lain melibatkan Kementerian Sosial, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, Kementerian PUPR, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Badan Geologi, BMKG, Basarnas, TNI dan Polri.

Kepala BNPB bersama dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kepala BMKG dan jajaran dengan menggunakan helikopter mengunjungi langsung Cianjur. Kepala BNPB Suharyanto bersama Menko PMK Muhadjir Effendy, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Diah Pitaloka, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menaiki helikopter mengunjungi lokasi bencana di Kabupaten Cianjur, dari Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Selasa (22/11).

Update Korban Gempa Cianjur

Pantauan redaksi tinjau.id langsung di Cianjur, satu hari pasca gempa berkekuatan 5,6 Magnitudo yang terjadi didaratan dengan kedalaman 10 km, aparat gabungan melakukan proses buka akses jalan yang tertutup oleh longsoran.

Longsoran di jalur Cianjur mengarah Cipanas Puncak mulai dibersihkan dengan beberapa alat berat yang dikerahkan oleh aparat gabungan.

Namun saat melakukan proses pembukaan jalur, aparat gabungan dan juga Team SAR menemukan satu korban yang tertimbun oleh material longsoran.

Tinjauan Terkait: BMKG: Dugaan, Gempa Cianjur Karena Gerak Sesar Cimandiri

Saat ini jenazah korban sudah di evakuasi dan dibawa ke rumah sakit terdekat.

Sementara itu untuk jumlah korban jiwa pasca gempa bumi hingga dini hari berjumlah 162 orang dan dengan ditemukannya dari 1 korban jiwa tadi, total pagi ini 163 orang meninggal dunia.

Presiden Jokowi Ke Cianjur Melalui Darat

Presiden Joko Widodo telah tiba Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat siang (22/11/22) ini.

Jokowi tiba dan segera memastikan korban gempa mendapatkan penanganan yang memadai.

Berdasarkan keterangan tertulis dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Selasa (22/11/2022), Jokowi menuju Cianjur pada pukul 11.25 WIB dan tiba sekitar 12.30 WIB.

Presiden akan meninjau langsung dampak bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 di Kabupaten Cianjur yang terjadi pada Senin kemarin.

Perjalanan menuju Cianjur ini ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda empat. Meskipun Jokowi sebenarnya dapat menggunakan helikopter.

“Presiden lebih memilih menggunakan mobil untuk memastikan akses jalan yang sempat tertutup akibat gempa, sudah kembali terbuka,” ucap Deputi bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

Sulitnya Akses Menuju Cianjur

Kemarin, satu jam setelah gempa, tim redaksi tinjau.id menuju ke Cianjur melalui jalan darat. Saya, Redaktur Senior tinjau.id, Rio Cornelianto bersama tim dan beberapa rekan wartawan tiba di Cianjur dini hari sekitar jam 00.30 WIB.

Sulitnya medan karena beberapa jalan tertutup longsor.

Tinjauan Terkait: Belum Tersentuh Bantuan, Korban Gempa Tidur Di Jalanan

Perjalanan Presiden Jokowi menuju lokasi dengan melewati akses darat ini diharapkan membuka percepatan akses ke Cianjur. Presiden memantau langsung bagaimana akses ini dapat lancar kembali, sehingga bantuan bencana dan penanganan darurat akibat bencana dapat dilakukan dengan cepat.

Perjalanan Jokowi dari Jakarta menuju Cianjur yang hanya sekitar hampir 2 jam memastikan bahwa akses telah terbuka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button