TinjauAds
Tinjau

Jokowi Bagikan Bansos dan Sapa Pedagang Pasar Youtefa Lama

Dibaca dalam waktu1 Menit, 22 Detik

Presiden Jokowi memberi bantuan sosial kepada para pedagang dan masyarakat di Pasar Youtefa Lama, Kota Jayapura, Papua, Selasa (21/3/23).

Jayapura, tinjau.id – Presiden Jokowi sambil berkeliling  mengecek harga kebutuhan pokok di sana.

Kepala Negara juga memberi bantuan sosial (bansos) kepada para pedagang dan masyarakat.

Melansir dari skpknews.id, di tengah cuaca siang yang terik, masyarakat tampak antusias  menyambut kedatangan Presiden Jokowi di pasar tersebut.

Presiden kemudian menyempatkan untuk berkeliling di pasar dan berbincang dengan beberapa pedagang.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

“Ini jualan apa?” tanya Presiden.

“Lengkuas dan sereh,” jawab Eta seorang pedagang lengkuas.

Jokowi juga mengecek beberapa harga kebutuhan pokok.

Ratna Wati, salah seorang pedagang bumbu dapur mengatakan bahwa dirinya sempat ditanyai mengenai harga bawang hingga minyak goreng oleh Presiden.

“(Presiden) cuma tanya harga bawang merah, bawang putih, sama minyak goreng,” ungkap Ratna.

Dalam kunjungan ini, Presiden didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Kemudian Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Yudo Margono, dan Plh Gubernur Papua Muhammad Ridwan Rumasukun.

[custom-related-posts title=”Related Posts” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

Sebelumnya, Presiden Jokowi meresmikan Papua Youth Creative Hub (PYCH) untuk anak muda Papua mengembangkan minat dan bakat kemampuannya.

“Melalui Papua Youth Creative Hub, pemuda Papua dan Papua Barat dapat mengembangkan minat di berbagai bidang seperti musik, fesyen, fotografi, hingga kewirausahaan,” kata Jokowi.

Jokowi menjelaskan Indonesia akan mengalami bonus demografi pada tahun 2035. Di tahun 2022 lalu, Jokowi menyebut 60% penduduk Papua dan Papua Barat adalah anak muda usia produktif.

Untuk itu, Papua Youth Creative Hub dapat menjadi strategi pemerintah untuk memanfaatkan bonus demografi ini sebaik mungkin.

 

Back to top button