TinjauAds
Tinjau

Kapan Waktu Tepat Anak Memiliki Smartphone?

Dibaca dalam waktu2 Menit, 18 Detik

Smartphone menjadi hal yang umum dimiliki oleh anak bahkan usia 11 tahun. Apakah anak-anak merasa tertinggal tanpa ponsel atau sungguh merasakan manfaat dari penggunaannya?

Jakarta, tinjau.id – Penggunaan smartphone oleh anak adalah dilema yang sangat modern bagi para orangtua. Haruskah Anda memberikan smartphone kepada anak Anda, atau menjauhkan mereka dari perangkat tersebut selama mungkin?

Sebagai orangtua, Anda akan dimaafkan jika menganggap smartphone atau ponsel cerdas sebagai semacam kotak pandora.  Kotak pandora yang berkemampuan melepaskan semua kejahatan dunia demi kehidupan sehat anak Anda. Serangkaian berita  terkait kemungkinan dampak penggunaan ponsel dan media sosial oleh anak cukup untuk membuat siapa pun khawatir. Bahkan selebritas pun tidak kebal terhadap masalah pengasuhan modern ini. Madonna mengatakan bahwa dia menyesal memberikan telepon kepada anak-anaknya pada usia 13 tahun, dan tidak akan melakukannya lagi.

Di sisi lain, Anda mungkin memiliki telepon sendiri yang Anda anggap sebagai alat penting untuk kehidupan sehari-hari – mulai dari urusan e-mail dan belanja online, hingga panggilan video, dan album foto keluarga. Dan jika semua teman sekelas  anak Anda memiliki ponsel untuk menunjang kebutuhan komunikasi, bukankah mereka akan merasa tertinggal tanpa ponsel?

Penelitian

Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab tentang efek jangka panjang dari smartphone dan media sosial pada anak-anak dan remaja. Namun, penelitian yang ada memberikan beberapa bukti tentang risiko dan manfaat utamanya.Sebagian besar penelitian sejauh ini berfokus pada remaja daripada kelompok usia yang lebih muda. Bukti yang muncul menunjukkan mungkin ada fase perkembangan tertentu di mana anak-anak lebih berisiko terkena efek negatif dari penggunaan ponsel.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Terlebih lagi, para ahli sepakat tentang beberapa faktor utama yang perlu menjadi pertimbangan saat memutuskan apakah anak Anda siap menggunakan smartphone. Selain itu juga tentang apa yang harus Anda lakukan setelah mereka memilikinya

Sebuah penelitian di Denmark terhadap anak berusia 11 hingga 15 tahun menemukan suatu bukti. Bukti bahwa ponsel sungguh memberi anak mobilitas mandiri dengan meningkatkan rasa aman orangtua. Anak-anak mengatakan ponsel meningkatkan pengalaman mereka di luar  dan tetap berhubungan dengan orangtua.

Penelitian dapat memberikan bahan pemikiran bagi keluarga yang ingin memutuskan apakah akan membelikan anak mereka sebuah smartphone. Meski begitu, penelitian tidak dapat memberikan jawaban spesifik untuk pertanyaan “kapan?”

Pada akhirnya, kapan harus membeli ponsel cerdas untuk anak tergantung pada keputusan orangtua tentang nilai dan fungsi perangkat tersebut. Tentunya dengan juga memikirkan urgensinya. Bagi sebagian orang, keputusan yang tepat adalah tidak membelinya. Dengan sedikit kreativitas, anak-anak tanpa smartphone tidak perlu merasa ketinggalan.

Nyatanya, belajar untuk mengatasi rasa takut ketinggalan yang mereka rasakan karena tidak memiliki ponsel bisa menjadi pelajaran. Sebuah pelajaran yang berguna bagi remaja yang lebih tua ketika – tidak lagi dibatasi oleh orangtua mereka – mereka mau tidak mau membeli ponsel dengan tabungan sendiri, dan perlu belajar bagaimana mengatur barang miliknya. Hal ini berarti anak belajar soal berupaya, menetapkan batasan, dan juga bertanggung jawab.

Back to top button