Cuaca Ekstrem di Bogor, Empat Rumah Warga Tertimbun Longsor
Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Bogor menyebabkan empat rumah warga di Kabupaten Bogor rusak parah tertimbun longsor. Intensitas hujan yang tinggi dan angin kencang juga menyebabkan sejumlah rumah di Kota Bogor mengalami kerusakan.
Bogor, tinjau.id – Tebing setinggi delapan meter dan panjang 10 meter menimpa rumah warga. Aliran air hujan yang deras dan saluran air yang minim menjadi penyebab tebing longsor.
Beruntung, longsor yang terjadi pada Minggu 19 Februari 2023 sore itu tidak menimbulkan korban jiwa.
“Hujan deras cukup lama ditambah tidak adanya saluran pembuangan air yang memadai, diduga menjadi penyebab tebing longsor. Tebing itu menimpa teras dan kamar dengan posisi rumah yang berdempetan,” kata Jalaludin, Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Selasa (21/2/23).
Akibat kejadian itu empat rumah warga atau empat kepala keluarga (KK) dengan 17 jiwa mengalami kerusakan berat.
“Saat ini ada dua rumah yang terancam, dan kami ungsikan ke lokasi yang lebih aman,” jelasnya.
Hingga saat ini, material longsoran di lokasi kejadian, belum dibersihkan lantaran masih rawan terjadinya longsor susulan.
Untuk mengantisipasi cuaca ekstrem dan limpasan air hujan yang terus mengguyur wilayah Bogor, petugas memasang terpal di lokasi kejadian.
[custom-related-posts title=”Related Posts” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]
“Hasil analisa anggota di lokasi, perlu penanganan lebih lanjut dari dinas terkait mengingat kondisi tanah yang masih labil dan rawan longsor. Untuk sementara lokasi longsor di wilayah Desa Ciburuy kami tutup,” imbuhnya.
Tiga Rumah Ambruk
Sementara itu, di Kota Bogor, cuaca ekstrem mengakibat hujan deras yang mengguyur sepanjang hari membuat tiga rumah mengalami kerusakan pada bagian atap dan tembok.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Teofilo Patrocinio Freitas mengatakan, ambruknya beberapa rumah warga tersebut akibat tingginya curah hujan yang melanda Kota Bogor.
“Tiga rumah yang terdampak berada di Kecamatan Bogor Barat, Tanah Sareal, dan Kecamatan Bogor Timur,” kata Teofilo.
Teofilo mengatakan, di wilayah Kecamatan Bogor Timur, rumah yang ambruk tersebut mengalami kerusakan di bagian kamar mandi dan dapur.
“Penghuni rumah tiga jiwa atau satu KK. Perlu pemasangan terpal di bagian rumah yang mengalami kerusakan,” ujarnya.
Sedangkan di Kelurahan Kedungbadak, Kecamatan Tanah Sareal, menurut Teofilo, faktor bangunan yang sudah rapuh menjadi penyebab dari ambruknya bangunan rumah.
Akibatnya, enam orang yang mengisi rumah tersebut pun sementara harus mengungsi ke kediaman kerabatnya.
Sedangkan di Bogor Barat, tepatnya di Kelurahan Bubulak, Kota Bogor terjadi lantaran konstruksi bangunan rumah yang sudah rapuh.
“Konstruksi yang sudah rapuh membuat atap rumah pada bagian kamar mandi dan ruangan kosong ambruk, serta tembok rumah jebol,” pungkasnya.









