TinjauAds
Tinjau

Markus Minggu Lapor Polisi Soal Video Asusila

Dibaca dalam waktu2 Menit, 4 Detik

Markus Minggu lapor polisi terkait video asusila yang meresahkan masyarakat. Anggota Komisi II DPRD Tarakan Markus Minggu, akhirnya resmi membuat aduan ke Polres Tarakan, Kalimantan Utara, Rabu kemarin (18/1/23). Markus melaporkan akun IG @gebbyfebrianty lantaran menduga sebagai akun yang pertama kali menyebarluaskan video asusila yang mirip dengan dia.

Tarakan – Anggota Komisi II DPRD Tarakan Kalimantan utara, Markus Minggu, datang ke Polres Tarakan bersama istri dan kuasa hukum.

Markus Minggu akhirnya memutuskan untuk membuat laporan resmi terkait video asusila dengan pemain pria mirip dia ke polisi.

Dengan membawa sejumlah berkas barang bukti, Minggu melaporkan akun @gebbyfebrianty. Ia menduga akun itulah yang pertama kali memposting video asusila dengan pemain pria mirip dengan dia.

Markus Minggu mengatakan upaya hukum yang ia lakukan itu, lantaran beredarnya video asusila itu telah semakin meresahkan masyarakat Tarakan.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Selain itu, video asusila berdurasi 1 menit itu, juga telah mencoreng nama baiknya sebagai anggota Komisi II DPRD Tarakan. Sekaligus menodai nama baik keluarganya.

“Saya akhirnya melaporkan akun itu, yakni @gebbyfebrianty saya duga adalah akun pertama yang memposting video asusila itu di internet. Karena sejak beredarnya kasus itu, nama baik saya, nama baik keluarga besar saya telah tercoreng, dan juga beredarnya video itu juga semakin meresahkan saya, keluarga saya, dan orang-orang terdekat saya,” kata Markus Minggu.

Markus menjelaskan selain melaporkan akun atas nama @gebby febrianty, ia juga turut melaporkan sejumlah akun lainnya serta 10 nomor whatsapp asing, salah satunya ialah nomor whatsapp yang berasal dari negara Amerika.

“Jadi dalam laporan saya hari ini semuanya sudah jelas, akun itu dan juga 10 nomor whatsapp itu, telah melakukan tindakan pengancaman dan pemerasan kepada saya, karena meminta saya untuk mentransfer sejumlah uang. Bahkan terakhir ada yang meminta uang hingga Rp 3 juta,” terangnya.

Polisi: Sulit menelusuri karena minim alat bukti

Kasat Reskrim Polres Tarakan, Iptu Muhamad Aldi mengaku telah menerima laporan dari Minggu, tetapi kepolisian kesulitan untuk menelusuri pelakunya, lantaran polisi hingga kini belum menerima bukti video asusila yang beredar itu.

Selain itu, Markus juga telah memblokir sebagian besar nomor whatsapp yang pada laporannya, sehingga bukti percakapan yang bernada ancaman dan perasan sulit untuk ditelusuri.

“Kami sudah menerima laporan dari MM, dan kendala kami adalah minimnya alat bukti, salah satunya karena kami belum menerima bukti video asusila itu. Kemudian sejumlah nomor whatsapp yang menurut MM untuk melakukan pemerasan. Sulit karena MM sendiri memblokir nommor-nomor itu,” kata Kasat Reskrim Polres Tarakan, Kamis (19/1/23) pagi.

Kendati demikian, Polres Tarakan tetap akan menindak lanjuti laporan itu dengan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Editor: Michael Ckow

Back to top button