TinjauAds
Tinjau

Bayi Tewas Di Tangan Ibu Sendiri

Dibaca dalam waktu1 Menit, 51 Detik

Penulis: Fredericus Hardiyanto
Editor: Claudia Stella Hanu

Surabaya – Mardiana, 33, warga Jalan Dukuh Menanggal IV, Gayungan, Surabaya, Jawa Timur, telah bertindak sungguh keji. Dia tega membunuh bayinya sendiri, dengan cara disekap dengan kedua tangannya dan dibuang ke selokan di Jalan Menangga, Surabaya.

Kapolsek Gayungan Kompol, Suhartono, mengatakan, dari bukti CCTV sebuah toko di depan TKP, terlihat detik – detik aksi yang dilakukan Mardiana, saat dia membuang bayi laki-lakinya sendiri ke selokan. Tersangka membuang bayi seorang diri dengan mengendarai sepeda dan meletakkan bayinya dalam sebuah kantong bekas belanja.

“Kami dapat petunjuk dari CCTV dan keterangan saksi. Tersangka kami tangkap di kosnya, Jalan Dukuh Menanggal IV,” ujarnya, Jumat (16/12/22).

Dan yang lebih tidak masuk akal lagi, sebelum membuang bayinya, tersangka terlebih dahulu menyekap bayi laki-laki yang baru dilahirkannya tersebut dengan kedua tangannya selama 10 menit. Aksi keji itu dilakukan tersangka di dalam kamarnya pada Kamis malam (08/12/22) lalu.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Tersangka memasukkan jenazah bayinya ke dalam tas kresek dan disimpan di keranjang pakaian belakang lemari selama dua hari. Bahkan, suaminya pun tak mengetahui, lantaran tersangka melahirkan bayi naas tersebut seorang diri.

Dijelaskan Suhartono, tersangka melahirkan di kamar mandi tanpa bantuan medis. Bayi itu sempat menangis dan digendong. Tersangka juga menyusui bayinya.

“Lalu membekap mulut bayi dan hidungnya menggunakan tangan kurang lebih 10 menit, sampai meninggal,” terangnya.

Setelah meninggal, jenazah ditaruh di keranjang pakaian selama dua hari. Sang suami tersangka sempat curiga. Namun, oleh tersangka dibilang pendarahan karena datang bulan.

Tersangka baru membuang bayi di depan warung Saekan, 61, Jalan Menanggal V, Surabaya, Sabtu pagi (11/12/22).

Bahkan, selama hamil tersangka juga mengaku sedang sakit tumor. Tersangka mengaku nekat membunuh dan membuang bayinya tersebut lantaran tak mampu menghidupi bayinya akibat ekonominya yang sulit, terlebih tersangka juga sudah memiliki 3 orang anak.

“Jadi pas hamil, saya bilang ke suami kalau saya dapat tumor. Alasan saya membunuh karena tidak punya biaya untuk anak saya karena masih banyak anak saya yang kecil,” ujar Mardiana

Saat ditangkap, tersangka tak dapat mengelak. Polisi menemukan pakaian dan tas yang dipakai saat membuang bayi. Selain itu juga ditemukan sepeda yang digunakan tersangka saat menuju Jalan Menanggal V.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 341 KUHP, terkait aksi kekerasan yang membuat anak meninggal dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button