TinjauAds
Tinjau

Gus Yahya: Tidak Haram NU Coblos PAN

Dibaca dalam waktu1 Menit, 28 Detik

Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf mengatakan bahwa warga NU tidak haram untuk menyoblos Partai Amanat Nasional (PAN). Bagi Gus Yahya, PAN lebih terbuka bagi pandangan kebangsaan, olehnya bukanlah partai ormas tertentu.

Surabaya, tinjau.id Hal tersebut disampaikan Gus Yahya pada Simposium Nasional Satu Abad NU yang diselenggarakan PAN di Surabaya, Sabtu (18/2/2023).

“Warga Nahdlatul Ulama (NU) tidak haram coblos PAN,” kata Gus Yahya.

“Saya sebagai Ketua Umum PBNU menyampaikan bahwa orang NU tidak haram mencoblos PAN. Tapi, PAN tetap sebagai Partai Amanat Nasional, bukan menjadi Partai Akan NU,” ucap Gus Yahya, yang disambut tepuk tangan ribuan kader PAN yang hadir di acara tersebut.

Gus Yahya, juga mengatakan kalau dirinya mengetahui bahwa Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menggelar acara itu agar warga NU juga bisa memilih PAN.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

[custom-related-posts title=”Related Posts” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

“Langkah ini menunjukkan, bahwa transformasi PAN menjadi partai yang lebih rasional. Kalau dulu PAN dianggap partainya orang Muhammadiyah, tapi sekarang PAN lebih terbuka. Di PAN itu, tidak ada drama pencurian partai. Tapi saya kan nggak boleh kampanye untuk mencoblos PAN, karena memang saya bukan kader PAN,” lanjutnya Yahya.

Gus Yahya menyampaikan, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah bisa rukun di Indonesia karena memiliki perasaan saudara sebangsa dan setanah air. Ini berbeda di negara lain, antara Sunni-Syiah dan Wahabi-Non Wahabi yang tidak pernah rukun, padahal sama-sama Islam.

Gus Yahya kemudian menyampaikan pujian dan ucapan terima kasih kepada Muhammadiyah, yang disebutkan telah membantu dalam Resepsi Puncak Harlah Satu Abad NU.

Muhammadiyah membuka masjid-masjid, juga menyediakan hidangan, termasuk konsumsi  yang sangat banyak.

“Jangankan Muhammadiyah yang sama-sama Islam, yang agama lain saja mau membantu, luar biasa mengharukan. Muhammadiyah menyediakan bakso yang lebih banyak dibandingkan bakso di Muktamar Muhammadiyah sendiri,” pungkasnya.

Back to top button