TinjauAds
Tinjau

Video Syur Anggota DPRD Tarakan Beredar, Ini Klarifikasinya

Dibaca dalam waktu2 Menit, 50 Detik

Video syur anggota DPRD Tarakan viral di internet. Karena mirip, yang bersangkutan pun langsung memberikan klarifikasi. Menurutnya, pemeran pria dalam video syur berdurasi 1 menit itu, bukanlah dia, melainkan hasil manipulasi digital oleh komplotan spesialis pemerasan.

Tarakan – Sebuah video rekaman layar yang merekam video tak senonoh yang pemeran prianya mirip dengan salah satu anggota DPRD Kota Tarakan, kini telah beredar luas di berbagai platform media sosial.

Viralnya video syur anggota DPRD itu pun sempat menghebohkan masyarakat Kota Tarakan. Pasalnya, pemeran pria dalam video itu, mirip dengan sosok Markus Minggu, salah satu anggota Komisi 3 DPRD Tarakan.

Menyikapi beredarnya video itu hingga viral di internet, politisi dari PDI Perjuangan Tarakan itu pun akhirnya buka suara.

Markus Minggu pun dengan tegas membantahnya. Ia mengatakan bahwa pemeran pria yang dalam rekaman video syur itu adalah bukan dia, melainkan orang lain.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Markus menduga ada oknum atau komplotan yang sengaja melakukan manipulasi digital pada video syur itu sehingga terlihat mirip dengannya.

“Terkait video itu ya, iya saya juga sudah dengar karena banyak yang menghubungi saya tanya soal video itu. Dan saya tegaskan kepada teman-teman media, bahwa pria dalam video syur yang saat ini viral itu bukan saya. Sekali lagi itu bukan saya,” kata Markus Minggu di ruang kerja di Gedung DPRD Kota Tarakan, Selasa pagi (17/1/23).

Kerap diancam akan menyebarkan video jika tidak memberi uang

Markus menjelaskan sebelum video itu beredar dan viral di media sosial, ia kerap mendapatkan pesan yang bernada ancaman.

Pesan itu ia terima di sejumlah akun media sosialnya, seperti Facebook, Instagram, dan juga whatsapp.

Sejumlah pesan ancaman itu berbunyi akan menyebarkan video dan foto tak senonoh mirip dia, ke seluruh teman-temannya, jika tidak memberikan sejumlah uang sesuai dengan permintaan pelaku.

“Jadi gini, sebelum video itu beredar, saya sudah beberapa kali menerima pesan yang isinya itu pengancaman. Salah satu pesan ancaman itu berbunyi akan menyebarkan foto dan video tak senonoh itu ke seluruh teman-teman saya yang ada di facebook. Jika saya tidak memberikan sejumlah uang sesuai permintaan pelaku,” terangnya.

Menurutnya, pesan bernada ancaman itu pertama kali ia terima pada 4 Januari 2023 lalu. Saat itu, Markus menerima kiriman video dan foto tak senonoh lainnya. Video itu menggambarkan adegan tidak senonoh oleh pria dengan wajah yang mirip dia oleh salah satu akun asing.

Kemudian, akun asing itu juga sempat meminta tebusan senilai Rp 3 juta. Jika tak memenuhi permintaan itu, maka akun asing itu pun mengancam akan menyebarluaskan video dan foto tak senonoh itu di internet.

Kendati demikian, Markus pun juga telah memblokir sejumlah akun asing yang kerap memerasnya di media sosial menggunakan modus yang serupa.

Tetapi, akun asing baru terus bermunculan hingga akhirnya video itu pun beredar di dunia maya.

“Jadi pada tanggal 4 Januari 2023 lalu, saya sudah menerima kiriman foto dan video tak senonoh yang diperankan oleh pria yang sepintas memang mirip saya. Tetapi itu bukan saya. Foto dan video itu dikirim oleh akun asing yang tidak saya kenali. Sudah saya blokir tetapi akun-akun asing itu masih terus meneror saya dan mengancam saya,” imbuhnya.

Sementara itu, meski beredarnya video itu telah mulai meresahkan dirinya dan keluarganya, namun Markus belum berencana untuk membuat laporan resmi ke kepolisian.

Akan tetapi Markus mengaku sudah berkoordinasi dengan Polresta Tarakan untuk mengusut penyebar video tak senonoh itu.

“Sejauh ini saya belum buat laporan resmi ke polisi, tetapi saya sudah berkoordinasi dengan Polresta Tarakan untuk membantu saya mencari siapa penyebar video tak senonoh itu,” tutupnya.

Editor: Michael Ckow

Back to top button