TinjauAds
Tinjau

Selat Sunda Bergoyang

Gempa Banten dan Lampung Selatan

Dibaca dalam waktu2 Menit, 22 Detik

Penulis: Balsamus Pieter Dwiwasa

Editor: Michael Ckow

Banten – Gempa dengan kekuatan magnitudo (M) 5,1 mengguncang Sumur, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, pada Sabtu (17/12/2022) dini hari WIB.

Menurut BMKG, kekuatan gempa ynag terjadi terasa sampai ke wilayah Provinsi Lampung.

Gempa di Sumur kali ini tepatnya terjadi pada pukul 4.50 WIB. Lokasi gempa sendiri berada di titik koordinat 6,25 LS-105,04 BT. 75 Km Barat Laut Sumur.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Dalam keterangannya, BMKG menyebut bahwa gempa berpusat di Sumur, Banten, dirasakan dalam skla MMI III di Lampung Selatan, II-III Bandar Lampung, II-III Pesawaran, II Kotabumi, II Pringsewu, dan II Metro.

Skala II-III MMI artinya getaran dirasakan nyata dalam rumah seperti ada truk lewat. Belum diketahui ada tidaknya korban jiwa dan kerusakan akibat gempa di Sumur, Banten.

Terdapat gempa susulan di titik yang sama dengan kekuatan Mag:3.3, pada 05:23:55WIB, 77 km Barat Laut sumur-Banten, dengan kedalaman: 12 Km. Setelah daerah Sumur Banten, giliran Lampung Selatan yang diguncang gempa bumi pada pagi hari ini. Gempa ini berkekuatan 2,8 magnitudo.

“#Gempa Mag:2,8, 17-Des-2022 05:38:30 WIB (Pusat gempa berada 59km Barat Daya LAMPUNG SELATAN),” tulis BMKG di akun twitternya, Sabtu (17/12/2022).

Adapun, guncangan gempa tersebut terjadi di kedalaman 10 Kilometer. Adapun, guncangan juga dirasakan oleh masyarakat. BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi.

“Disclaimer: Dalam beberapa menit pertama setelah gempa, parameter gempa dapat berubah dan boleh jadi belum akurat, kecuali telah dianalisis ulang seismolog,” bunyi pesan lanjutan BMKG.

Mengingat lokasi Indonesia sangat rawan terkena gempa, dan tidak ada yang bisa memastikan gempa terjadi kapan, ada baiknya mitigasi bencana sudah di persiapan sejak dini. Membuat tempat berlindung yang tahan gempa, seperti yang kita lihat di negara tetangga, Jepang, ketika negara samurai biru itu di goncang gempa berkekuatan 9.1 M pada tahun 2011 lalu, mereka bisa mengurangi jumlah korban, baik secara material maupun manusia.

Tinjauan Terkait: Kemanakah Mitigasi Bencana Di Cianjur?

Selanjutnya mengetahui bagaimana cara mengevakuasi diri dari bencana yang terjadi. Hal ini memerlukan Observasi wilayah dengan baik, sehingga bila terjadi bencana di kemudian hari, sudah mengerti harus pergi kemana.

Memahami situasi dini bencana, biasanya ada tingkatannya dengan kata AWAS, SIAGA, dan WASPADA. Dimana waspada adalah tingkat yang paling rendah, tetapi juga perlu untuk menaruh perhatian khusus.

Tidak melebih-lebihkan, Saat terjadi bencana, jangan melebih-lebihkan kondisi bencana seperti membuat video berisikan tangisan atau komentar yang menyalahkan pemerintah, apalagi menyebarkan foto kondisi korban di media sosial.

Sebarkanlah tips seputar mengatasi bencana, peringatan pemerintah, nomor telepon penting call center, atau update terkini kondisi bencana. Ketika kita yang berada di daerah bencana, dianjurkan untuk tetap tertib.

Janganlah bertindak semena-mena karena hal ini hanya akan membahayakan diri sendiri dan orang lain. Jangan membuat kericuhan saat proses pembagian bantuan dan tingkatkan solidaritas serta gotong royong.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button