TinjauAds
Tinjau

Badai Freddy Kembali Landa Mozambik dan Malawi, 136 Orang Tewas

Dibaca dalam waktu1 Menit, 31 Detik

Badai Freddy, yang membawa angin kencang dan hujan lebat, menewaskan ratusan orang di Malawi dan Mozambik. Badai ini adalah salah satu badai terkuat di bagian selatan bumi.

Jakarta, tinjau.id – Salah satu badai terkuat yang tercatat di wilayah belahan bumi selatan melanda untuk kedua kalinya dalam sebulan ini.

Mozambik dan Malawi terkena Badai Tropis Freddy pada 13 Maret 2023 lalu. Badai ini  menewaskan lebih dari 100 orang, dan  melukai banyak orang.

Melansir dari tinjauindonesia.id, badai  ini juga  meninggalkan jejak kehancuran saat melanda Afrika bagian selatan untuk kedua kalinya dalam sebulan.

Badai Freddy adalah salah satu badai terkuat yang pernah tercatat di belahan bumi selatan dan bisa menjadi siklon tropis terlama, menurut Organisasi Meteorologi Dunia.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Topan itu menerjang Mozambik tengah pada Sabtu, merobek atap bangunan dan membawa banjir yang meluas di sekitar pelabuhan Quelimane.

Sebelum bergerak ke pedalaman menuju Malawi dengan hujan lebat yang menyebabkan tanah longsor.

[custom-related-posts title=”Related Posts” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

Tingkat kerusakan dan korban jiwa secara keseluruhan di Mozambik khususnya belum jelas. Hal ini  karena catu daya dan sinyal telepon terputus di beberapa bagian daerah yang terkena dampak.

Badai tersebut telah menewaskan 99 orang di Malawi. Jumlah korban  tewas akibat Badai Freddy di Mozambik, Malawi, dan Madagaskar sejak pertama kali mendarat bulan lalu sekitar 136 orang.

Banyak sekali korban luka. Korban luka umumnya  akibat pohon tumbang, tanah longsor, dan banjir bandang.

Mozambik telah mengalami curah hujan lebih dari satu tahun dalam empat minggu terakhir.

Malawi sedang berjuang melawan wabah kolera paling mematikan dalam sejarahnya, dan badan-badan PBB telah memperingatkan situasinya sekarang bisa menjadi lebih buruk.

Para ilmuwan mengatakan perubahan iklim akibat penggunaan bahan bakar fosil membuat badai tropis semakin kuat. Karena lautan menyerap panas dari emisi gas rumah kaca. Dan ketika air laut yang hangat menguap, energi panas terpindahkan  ke atmosfer.

Back to top button