TinjauAds
Tinjau

Mantan Kabag Ops Polres Malang Akui Tak Larang Gas Air Mata

Dibaca dalam waktu1 Menit, 24 Detik

Mantan Kabag Ops Polres Malang menjadi saksi dalam sidang tragedi Kanjuruhan. Ia saksi untuk Danki 1 Brimob Polda Jatim dan Kasat Samapta Polres Malang.

Surabaya, Jawa Timur, tinjau.idMantan Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto pada Kamis (17/2/2023) jadi saksi sidang tragedi Kanjuruhan.

Ia saksi untuk terdakwa Danki 1 Brimob Polda Jatim AKP Hasdarmawan. Kemudian juga menjadi saksi untuk Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi.

Selama hampir 7 jam Kompol Wahyu memberikan keterangan sebagai saksi.

Kompol Wahyu memberikan keterangan terkait tugasnya sebagai Kabag Ops. Terutama saat pengamanan pertandingan Derby Jatim Arema vs Persebaya.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

[custom-related-posts title=”Related Posts” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

Selama persidangan, Mantan Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu jelaskan pada September 2022 dirinya menerima permohonan pengamanan pertandingan.

Pertandingan Arema vs Persebaya berlangsung 1 Oktober 2022 di stadion Kanjuruhan Malang.

Setelah surat tembusan permintaan pengamanan dia terima, Kompol Wahyu kemudian melakukan beberapa langkah. Seperti membuat nota dinas rapat dan beberapa surat yang berkaitan dengan permohonan pengamanan.

Langkah selanjutnya, adalah melakukan rencana pengamanan (renpam). Rencana itu berupa penyampaian gambaran berbagai kemungkinan seperti kerawanan yang akan terjadi di lapangan.

Rencana pengamanan itu sebagai masukan pimpinan untuk tindak lanjut pengamanan.

“Beberapa hal dipertimbangkan dalam renpam diantaranya adalah history yang mana dalam history pertandingan Arema vs Persebaya pernah terjadi pemain di lempari oleh suporter pada saat pemain Arema akan kembali,” ujarnya.

Lalu tanggal 15 September 2022 rapat koordinasi secara internal. Sejumlah PJU hadir dalam Rakor tetapi tidak semuanya.

Dalam Rakor tidak sampaikan larangan penggunaan gas air mata sebagaimana regulasi PSSI. Karena dalam enam pertandingan sebelumnya petugas juga bawa gas air mata.

“Itu (gas airmata) bagian dari perlengkapan petugas,” ujarnya.***

 

Back to top button