TinjauAds
Tinjau

Sterilisasi Ruang Sidang PN Surabaya

Dibaca dalam waktu1 Menit, 20 Detik

Sterilisasi ruang sidang Pengadilan Negeri Surabaya oleh Satuan Dentasemen Gegana Sarbrimob Polda Jatim, untuk memastikan kemanan jalanya sidang berlansung aman.

Surabaya – Satuan Dentasemen Gegana Sarbrimob Polda Jatim, melakukan sterilisasi semua ruang sidang PN Surabaya, sebelum sidang perdana kasus Tragedi Kanjuruhan.

Tampak petugas dengan menggunakan alat metal detector menyisir setiap ruang sudang dan terutama ruang sidang Cakra, tempat berlangsungnya sidang perdana kasus tragedi Kanjuruhan, Senin (16/1/23) pagi.

Rencananya sidang yang akan menjadi pengadil di sidang ini yaitu hakim Abu Achmad Sidqi Amsya, Mangapul, dan I Ketut Kimiarsa yang akan berlansung mulainpukul 10.00 WIB.

Sidang sendiri akan berlansung secara online, sehingga kelima terdakwa tidak perlu untuk hadir dalam ruang sidang. Mereka hanya mengikuti sidang dari ruang tahanan Polda Jatim.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Penanganan sidang perdana kasus Tragedi Kanjuruhan ini, Polrestabes Surabaya mengerahkan 800 personil. Dengan rincian 400 personil disiagakan di dalam dan sekitar PN Surabaya. Sedangkan 400 personil lagi akan mendapat tugas pada semua pintu masuk kota Surabaya, seperti perbatasan kabupaten Mojokerto, Gresik dan juga Sidoarjo.

Polrestabes Surabaya juga telah menyiapkan 800 personil cadangan yang sewaktu-waktu akan terjun kelapangan bila terjadi hal yang tidak di inginkan, sehingga dapat membuat jalanyanya sidang kasus tragedi Kanjuruhan berlangsung Aman dan tertib.

Sebelumnya, Kabag Ops Polrestabes Surabaya, AKBP Toni Kasmiri mengatakan, pihaknya telah menggelar rapat koordinasi dengan berbagai pihak mulai dari Pemerintah Kota, PN Surabaya, Kejari, Kejati dan perwakilan Bonek Mania, Rabu (11/1/23). Dalam rapat koordinasi itu, pihaknya sepakat untuk tidak mengizinkan adanya aksi unjuk rasa selama sidang berlangsung.

“Kami mengimbau teman-teman Arema baik Aremania maupun Bonek untuk tidak hadir ataupun untuk melakukan unjuk rasa,” ujar Toni

Editor: Michael Ckow

Back to top button