TinjauAds
Tinjau

Pendidikan Dan Filsafat Sebagai Lentera Budi

Dibaca dalam waktu1 Menit, 43 Detik

Pendidikan Dan Filsafat Sebagai Lentera Budi. Dewasa ini, kita masih kerap menjumpai banyak berita atau informasi keliru yang berseliweran di mana-mana. Media tak hanya menjadikan masyarakat sebagai pembaca, melainkan juga sering kali digunakan sebagai sarana yang mensukseskan penyebarannya.

Jakarta – Dewasa ini, kita masih kerap menjumpai banyak berita atau informasi keliru yang berseliweran di mana-mana. Media tak hanya menjadikan masyarakat sebagai pembaca, melainkan juga sering kali digunakan sebagai sarana yang mensukseskan penyebarannya. Hoax menjadi kata yang begitu familiar di masa ini, dalam dunia virtual, ia hanya one click away. Minimnya pengetahuan adalah salah satu alasan jatuhnya masyarakat ke dalam jurang kesesatan nalar tersebut.

Pendidikan, hingga kini masih menjadi jawaban terbaik dalam upaya memperkaya intelektualitas dan membentengi diri dari kesesatan pikir. Terlebih di tengah maraknya informasi yang tak menentu dan tak jelas kebenarannya. Keduanya sama-sama memberikan sesuatu untuk diketahui, namun yang satu bersifat mencerahkan, dan satunya lagi menyesatkan.

Dalam ilmu pengetahuan, kita mengenal satu bidang ilmu, yakni, Filsafat. Secara etimologi, Filsafat berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani, yakni philo dan sophia. “Philo” artinya mencintai dan “Sophia” berarti kebijaksanaan.

Menurut Socrates, seorang Filsuf Yunani, Filsafat adalah ilmu yang melatih nalar dan logika dalam upaya memahami realitas dan menjawab pertanyaan mendasar tentang pengetahuan, kehidupan, moralitas, kebajikan, dan sifat manusia.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Tinjauan Terkait: PhilofestID 2022: Mengenal Filsafat Lebih Dekat

Dengan berfilsafat, kita belajar mempertanyakan ide atau suatu paham yang dianggap benar begitu saja. Di tengah kedangkalan, filsafat menawarkan kedalaman. Filsafat mengajarkan kita berpikir mandiri dan mengasah daya pikir kritis manusia. Kita diajak untuk tidak percaya begitu saja akan suatu hal yang tampak di depan mata, melainkan menggali lebih dalam, demi memahami sesuatu secara komprehensif dan integral.

Memahami sesuatu secara tepat membantu kita menentukan apa yang akan kita lakukan terhadap suatu persoalan. Dengan berfilsafat, berpikir dan berlaku bijaksana menjadi semakin dekat.

Melihat dunia sekarang ini, agaknya tak berlebihan jika mengatakan belajar filsafat merupakan suatu urgensi tersendiri. Sebab, sudah terlalu jauh apa yang kesesatan pikir dapat lakukan dalam hidup manusia dan berpengaruh pada lingkup yang amat luas. Terorisme adalah salah satunya.

Penulis: Claudia Stella Hanu

Editor: Balsamus Pieter Dwiwasa

Back to top button