TinjauAds
Tinjau

Dedie: Warga Bogor Dilarang Tempati Area Rawan Bencana

Dibaca dalam waktu2 Menit, 19 Detik

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie  Rachim meminta masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana agar mengutamakan keselamatan.

Bogor, tinjau.id – Dedie meminta masyarakat yang tinggal di lokasi  rawan longsor segera pindah, menyusul intensitas hujan di wilayah Bogor masih tinggi.

“Ada beberapa titik longsor, tetapi yang fatal di sini. Saya minta warga  tidak memaksakan tinggal di area rawan bencana,” katanya.

Dedie menyampaikan permintaan itu,  usai meninjau  lokasi longsor  di Kampung Sirnasari, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Rabu (15/3/23).

Pemkot Bogor akan menyiapkan rusun bagi warga terdampak di Cibuluh dan Menteng Asri.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

“Jadi silakan nanti mengkondisikan dengan Pak Lurah atau Camat yang ada di sini,” paparnya.

Dedie juga mengatakan,  sudah mendapatkan laporan terjadinya longsor pada pukul 00.24 WIB. Ada 17 yang tertimbun, 13 yang sudah berhasil evakuasi, 2  di antaranya meninggal dunia.

“Pagi ini masih tersisa empat orang lagi.  Saya lihat Tagana, TNI-Polri, BPBD, Damkar, dan unsur wilayah termasuk relawan, ikut serta mencari korban. Mudah-mudahan ada keajaiban semuanya ditemukan selamat,” tandas Dedie.

Dia menambahkan, daerah ini rawan sekali. Untuk itu, ia mengimbau  masyarakat yang ada di wilayah rawan bencana, tidak memaksakan tinggal di sini.

“Ini alat berat nggak bisa masuk, jalurnya jalur susah. Ini harus betul-betul manual,” ujarnya.

[custom-related-posts title=”Related Posts” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

Dedie juga sudah berkomunikasi dengan KAI Daops 1 terkait perbaikan turap di sekitar area rel double track.

“Kenapa penting? Karena ini jalur ekonomi,” tegasnya.

“Semalam saya sudah koordinasi dengan Balai Besar Perkeretaapian untuk mengatasi atau menangani longsoran. Sehingga jalur kereta api bisa berjalan normal,” sambungnya.

Tim SAR Lanjutkan Pencarian

Suasana haru masih menyelimuti Kampung Sirnasari, RT 04/RW 07 Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Tim SAR Gabungan dari berbagai unsur kembali melanjutkan pencarian empat korban yang masih tertimbun material longsor.

Camat Bogor Selatan, Abdurrachman mengungkapkan, proses evakuasi korban, Rabu (15/3/2023) dini hari, baru dapat menemukan dua orang korban.

“Evakuasi sempat terhenti sebelum Adzan Subuh. Kini sudah melanjutkan kembali proses pencariannya,” kata Abdurrachman ditemui di lokasi bencana.

Menurut Abdurrachman fokus  pencarian di bawah puing kediaman para korban. Dan radius lima meter dari mulut sungai Cisadane. “Mudah-mudahan hari ini semua korban bisa ketemu,” ujarnya.

Total korban peristiwa longsor mencapai 17 orang. “Dua meninggal, empat masih tertimbun, dan 11 selamat. Dua di antaranya dalam perawatan di RS PMI,” katanya.
Abdurrachman juga menceritakan, detik-detik penyelamatan seorang warga yang kakinya terjepit reruntuhan bangunan.
“Proses evakuasi sampai dua jam, karena posisi kakinya terjepit beton dan kayu. Korban sudah berada di RS PMI,” papar Abdurrachman.
Kontur tanah di lokasi kejadian memang sangat labil, terlebih belakangan ini intensitas hujan meningkat di Kota Bogor.
“Kemungkinan tanahnya gembur. Kemarin hujan sejak sore  hingga malam hari. Kemungkinan debit air meningkat dan mengikis permukaan tanah yang berada di bantaran rel KA,” pungkasnya.

Back to top button