Analisis Piala Dunia 2022 Untuk Indonesia
Maroko menggunakan cara yang sama di babak 16 besar. Ketika mereka berhasil mengalahkan Spanyol. Maroko hanya mendapatkan 25:75 di penguasaan bola. Mereka membiarkan pemain Spanyol hanya mengoper bola dari kaki ke kaki, dan berusaha keras menjaga para pemain Spanyol agar tidak mencetak gol. Hasilnya, mereka sukses memenangkan adu penalti.
Mental pemain
Mental pemain akan sangat mempengaruhi permainan satu tim. Mau tim pelatihnya sehebat Pep Guardiola, Zinadine Zidane, atau Jose Mourinho; mereka juga tidak akan mampu membuat Indonesia menjadi juara bila mental pemain masih sama seperti sekarang.
Kembali ke rasa bangga. Semua orang yang mendapatkan kesempatan membela tim nasional pasti akan merasa bangga. Tetapi rasa bangga tidak dilanjutkan dengan penyadaran diri, bahwa diatas langit masih ada langit, tidak akan mengembangkan apapun.
Satu video yang menunjukkan mental pemain kita jauh dari harapan, bisa di lihat di –> LINK
Video itu berisi bagaimana pemain merasa senang ketika diberikan bonus. Bukan hanya pemain, semua orang pasti senang mendapatkan bonus, tetapi bila hanya itu yang menjadi fokus, “menang supaya dapat bonus”, saya rasa itu terlalu rendah. Tidak jauh berbeda dengan bermain antar Rukun Tetangga ketika acara tujuh belasan.
Piala AFF 2022 sudah berakhir untuk tim Indonesia, tetapi kita masih memiliki banyak jadwal dan turnamen besar yang sudah menanti.
Perbaiki segi mental para pemain, terlebih pemain muda dan janganlah terlalu sering diiming-imingi bonus. Buatlah tujuan pertama sebagai pemain tim nasional ialah rasa bangga menggunakan garuda di dada dan berusaha memenangkan semua pertandingan. Semangat terus Garuda kan kita kawal sampai ‘engkau bisa Terbang kembali’.
Editor: Michael Ckow









