TinjauAds
Tinjau

eSIM, Apa Itu?

Dibaca dalam waktu2 Menit, 13 Detik

eSIM tampak selalu terdengar akhir-akhir ini. Tetapi apa? Jadi, untuk pengguna telepon seluler tertentu, beberapa operator berlomba-lomba menghadirkan SIM operator yang semakin canggih. Ukuran kartu SIM atau Subscriber Identity Module dari yang awalnya mini SIM, berkembang jadi micro SIM, nano SIM, dan yang terbaru eSIM atau SIM elektronik. Alias tidak berbentuk!

Jakarta, tinjau.idPengguna handphone pastinya tidak asing dengan Kartu SIM pada perangkat seluler.  Punya perangkat tanpa Kartu SIM? Wah sebelumnya masalah. Sekarang? Tidak Masalah. Tapi masalahnya juga ada: kebiasaan gonta-ganti nomor telepon hanya karena cari sinyal yang lebih baik sekarang tidak lagi semudah itu.

Terdapat perbedaan antara kartu SIM biasa dengan eSIM:

1. eSIM permanen, kartu SIM dapat diganti-ganti.

Fisik versi elektronik tertanam pada bagian motherboard ponsel secara permanen. Ini berarti, versi elektronik tidak memiliki bentuk fisik dan tidak bisa dilepas-pasang seperti kartu SIM biasa.

2. Ukuran versi elektronik lebih kecil

Ukuran versi elektronik memiliki sangat kecil, bahkan lebih kecil daripada kartu SIM Nano. Padahal, kartu SIM Nano termasuk kartu yang berukuran paling kecil dengan panjang hanya 12,3 mm dan lebar 8,8 mm.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

3. eSIM lebih mudah digunakan.

eSIM lebih mudah digunakan karena pengguna ponsel tidak perlu membongkar pasang kartu SIM. Sebagai gantinya, orang hanya perlu memindai barcode agar dapat mengaktifkan eSIM pada ponsel yang diinginkan.

4. eSIM berlaku multinasional.

Berbeda dari kartu SIM yang harus menyesuaikan operator lokal dalam suatu negara, versi elektroniknya bisa digunakan di berbagai negara. Artinya, pengguna perangkat tidak perlu mengaktifkan kartu baru saat pergi ke negara lain.

Di balik kelebihannya, versi elektronik juga memiliki kekurangan jika dibandingkan dengan penggunaan kartu SIM biasa.

eSIM yang tertanam pada perangkat membuat pengguna harus mengganti ponsel yang ingin menggunakan teknologi ini. Jika terjadi masalah pada ponsel atau versi elektronik itu, maka perangkat harus ganti dan diaktivasi ulang.

Selain itu, saat ini, ketersediaan ponsel yang bisa menggunakan eSIM maupun operator penyedia layanan ini masih sangat terbatas.

Support dengan eSIM

Banyaknya provider di Indonesia, belum tentu menunjukkan banyaknya provider yang mendukung dengan mode eSIM ini. Terdapat dua provider yang menggunakan eSIM, yakni Smartfren dan Indosat.

Smartfren menjadi operator seluler asal Indonesia yang pertama kali membuka layanan ini pada Juli 2019.

Aktivasi eSIM dari Smartfren dapat dilakukan dengan memindai QR Code di galeri operator tersebut. Jika sudah, sistem elektronik akan otomatis terpasang di perangkat.

Lalu Indosat menjadi operator seluler kedua yang membuka layanan SIM elektronik. Teknologi ini dirilis pada 23 Desember 2022 lalu.

Untuk menggunakan versi elektronik Indosat, pemilik ponsel harus mengganti kartu SIM lama dengan mengaktifkan nomor baru. Setelah itu, proses aktivasi menggunakan QR Code hanya dapat dilakukan di gerai operator tersebut.

[custom-related-posts title=”Related Posts” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

Back to top button