Permainan Lato-lato Melukai Murid, Sekolah Larang Siswa Bawa Lato-lato
Permainan lato-lato melukai murid, sejumlah sekolah di Kota Balikpapan Kalimantan Timur, terpaksa melarang para murid untuk membawa lato-lato ke sekolah.
Balikpapan – Salah satu sekolah yang menerapkan larangan membawa lato-lato ke sekolah, salah satunya adalah di SD Negeri 02 Balikpapan Tengah.
Di sekolah ini, sudah lebih dari sepekan terakhir, menerapkan aturan larangan membawa lato-lato ke sekolah bagi seluruh muridnya.
Hal itu lantaran akibat dampak dari demam permainan lato-lato itu, sejumlah murid di sekolah itu mengalami luka membiru pada bagian tangan, wajah, dan juga kepala.
Salah satu guru di SD negeri 02 Balikpapan Tengah, Anisa mengatakan pihak sekolah telah melarang keras para murid untuk membawa latto-latto ke sekolah.
“Iya Mbak, jadi kami melarang keras para murid untuk membawa permainan lato-lato itu ke sekolah. Kami sudah menerapkan larangan itu sejak hari senin kemarin,” kata Anisa, Rabu pagi (11/1/23).
Menurutnya, pihak sekolah melarang para murid membawa lato-lato ke sekolah, karena akibat permainan itu, sejumlah murid di sekolah itu mengalami luka memar.
“Iya alasannya karena ada beberapa siswa kami yang tangannya itu biru-biru gitu ya Mbak, mungkin memar kali kena lato-lato itu. Jadi dengan alasan keselamatan, kami melarang mereka untuk membawa lato-lato itu ke sekolah,” imbuhnya.
Edukasi Bahaya Lato-lato
Selain melarang murid membawa lato-lato ke sekolah, pihak sekolah juga telah memberikan pemahaman kepada para murid tentang bahaya bermain lato-lato.
Karena jika memainkan lato-lato secara terus menerus, tali yang mengikat bola lato-lato itu bisa saja putus secara tiba-tiba dan bisa melukai tubuhnya.
“Selain melarang keras, kami juga tak henti-hentinya memberikan pemahaman bagi para murid ya Mbak, terkait dampak buruk dari permainan lato-lato itu. Karena bola lato-lato diikat menggunakan tali ya Mbak, kalau terlalu sering dimainkan nanti talinya itu bisa putus tiba-tiba, dan bola lato-latonya itu bisa melukai anggota tubuh,” pungkas Anisa.
Oleh sebab itu, pihak sekolah langsung mengambil tindakan tegas dengan melakukan penyitaan lato-lato dari tangan murid, jika kedapatan membawa lato-lato ke sekolah.
“Kalau ada murid yang kedapatan membawa lato-lato ke sekolah ya langsung kita sita Mbak,” tegasnya.
Pihak sekolah pun juga telah meminta kepada pihak orang tua wali murid, agar meningkatkan pengawasan terhadap putra-putrinya saat bermain lato-lato diluar sekolah, karena jika tanpa pengawasan bisa membahayakan anak-anak.
“Sudah Mbak, kami di grup WA wali murid sudah meminta kepada pihak orang tua, untuk meningkatkan pengawasan kepada putra-putrinya saat bermain lato-lato diluar jam sekolah, karena saat diluar area sekolah, itu kan menjadi tanggung jawab orang tua masing-masing,” tutupnya.
Editor: Michael Ckow









