TinjauAds
Tinjau

Jeruk Santang Laris Manis Jelang Imlek

Dibaca dalam waktu1 Menit, 33 Detik

Jeruk Santang laris manis jelang perayaan Imlek. Pasalnya, jeruk santang itu, merupakan simbol keberuntungan dalam budaya Tionghoa, sehingga jeruk berukuran kecil itu menjadi sajian wajib di saat perayaan Imlek.

Balikpapan – Jelang perayaan Imlek, pedagang buah jeruk di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, mendadak kebanjiran pesanan. Pasalnya, jelang perayaan Imlek masyarakat Tionghoa kerap memburu buah jeruk, khususnya jenis jeruk santang.

Bima salah satunya. Pedagang buah jeruk yang membuka lapak di Jalan Soekarno Hatta kilometer 1 Balikpapan.

Bima mengatakan jelang perayaan Imlek, jeruk jenis santang atau mandarin yang ia jual, memang laris manis diburu pembeli.

Bahkan, dalam sehari, 15 keranjang jeruk santang, selalu ludes terjual.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

“Kalau jelang perayaan Imlek ini ya jeruk jenis santang ini Mbak yang paling laris, ada beberapa sih jenis jeruk lain, tetapi paling laris ya jeruk santang ini sih,” kata Bima.

Menurutnya, meski kini jeruk santang tengah laris pembeli, namun pedagang tetap tak menaikkan harga jeruk Santang, yang mereka banderol seharga Rp30 ribu per kilogram.

“Saking larisnya, sehari bisa laku sampai 15 keranjang Mbak. Untuk harga tergantung besar kecilnya, tetapi biasanya kami jual Rp30 ribu per kilogramnya,” imbuhnya.

Bima menambahkan jeruk santang ini memang biasanya hanya muncul saat menjelang perayaan Imlek. Sedangkan setelah perayaan Imlek, jenis jeruk santang ini sudah tidak lagi beredar di pasaran.

“Nah, ini uniknya mas, jeruk jenis santang ini memang hanya muncul sejak bulan November atau Desember sampai dengan perayaan Imlek saja. Nanti setelah imlek sudah tidak ada lagi jeruk jenis ini,” pungkasnya.

Larisnya penjualan jeruk santang ini, membuat omset para pedagang jeruk santang melonjak, hingga 40 persen.

“Untuk omset, penjualan jeruk santang ini memang naik ya Mbak, bisa sampai 30 hingga 40 persen,” terang Bima.

Sementara itu, jeruk santang ini memang menjadi salah satu budaya bagi warga Thionghoa, terutama saat menjelang perayaak Imlek. Pasalnya, jeruk santang ini yang memiliki ukuran jauh lebih kecil dibandingkan jeruk pada umumnya, memiliki simbol keberuntungan bagi masyarakat Thionghoa.

Editor : Samsudi

Back to top button