TinjauAds
Tinjau

Pelajar SMK di Bogor Tewas Dibacok

Dibaca dalam waktu1 Menit, 49 Detik

Hendak menyeberang, seorang pelajar salah satu SMK di Kota Bogor berinisial AS  tewas  ditebas senjata tajam, Jumat (10/3/23). Jajaran Kepolisian Resort Bogor Kota pun bergegas memburu pelaku.  

Bogor, tinjau.id– Salah seorang saksi mata, Andre mengungkapkan, aksi pembacokan terjadi sekitar pukul 09.30 WIB di Jalan Raya Bogor-Jakarta, Kecamatan Bogor Utara. Sontak aksi keji itu pun menggegerkan warga sekitar yang tengah beraktivitas.

“Ada anak sekolah sekitar lima orang mau nyebrang. Yang satu menunggu lampu merah, tiba-tiba tertebas parang,” ucap Andre, Jumat (10/3/23).

Andre menceritakan, saat kejadian terlihat pengendara sepeda motor berisikan tiga orang menghampiri, dan langsung menebas korban dari arah belakang mengenai pipi hingga ke leher.

“Pelaku berjumlah tiga orang, boncengan satu motor. Mereka datang dari arah Cibinong kabur ke arah Bogor,” tutur Andre.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

[custom-related-posts title=”Related Posts” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

Menurut Andre, pelaku membacok korban dengan menggunakan senjata tajam (sajam) berjenis pedang.

“Saya nggak tahu kalau mereka mau membacok  dengan senjata tajam. Pelakunya dari arah Cibinong, membacok dari belakang pakai pedang,” tambahnya.

Polisi Kejar Pelaku Pembacokan

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Bismo Teguh Prakoso mengungkapkan korban meninggal dunia usai mendapatkan luka bacok.

“Penganiayaan menyebabkan korban meninggal dunia. Kami kejar pelakunya. Percayakan kepada polisi,” kata Bismo.

Bismo menjelaskan, pihak kepolisian pun telah melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi kejadian.

Polisi  tengah melakukan penyelidikan terkait kasus pembacokan tersebut. “Kami akan tangkap pelakunya,” tandasnya.

Dari video yang viral di sejumlah WAG korban tergeletak bersimbah darah di tepi jalan. Terlihat luka bacok di pipi bagian kiri, tepat pada bagian  bawah daun telinga.

Rekan-rekan korban yang ada di tempat kejadian pun membantu mengevakuasi korban sembari menangis dan  terdengar dari teriakan para remaja tersebut.

Korban adalah seorang pelajar salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kota Bogor berinisial AS kelas 10.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Akhmad Saeful Bakhri menyebut pembacokan pelajar hingga tewas harus menjadi pelajaran berharga.

Saeful menegaskan, perlunya mengaktifkan kembali Satgas pelajar tingkat SMA dan SMK demi mencegah hal serupa terulang lagi.

“Kebijakan pengelolaan SMK dan SMA itu sekarang ada di  provinsi. Dia meminta kewenangan itu dikembalikan  ke wilayah. A gar wilayah bisa maksimal dalam bertindak,” kata politisi PPP itu.

Back to top button