Film “Waktu Maghrib” Tembus 2 Juta Penonton
Film “Waktu Maghrib” sukses mencetak rekor baru dengan 2 juta penonton di bioskop. Film ini menjadi film Indonesia pertama yang mencapai angka tersebut di tahun 2023.
Jakarta, tinjau.id – Rapi Films selaku rumah produksi film “Waktu Maghrib” melalui akun twitternya menyampaikan ucapan terima kasih kepada para penonton.
“Seluruh Crew & Cast ‘Waktu Maghrib’ mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh penonton Indonesia. Yang belum nonton atau mau rewatch, segerakan. masih banyak layar di bioskop kesayangan kalian yang memutar,” tulis Rapi Films, Kamis (9/3/23).
Tepat satu bulan setelah film ini rilis, tepatnya pada 9 Februari 2023 lalu, capaian angka 2 juta penonton memang di luar dugaan. Mengingat banyak film-film lain yang rilis tahun ini belum ada yang berhasil tembus angka jutaan.
[custom-related-posts title=”Related Posts” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]
Film karya rumah produksi Rapi Films dan Skymedia ini memang memiliki daya tarik tersendiri dan secara khusus, dekat dengan pengalaman masyarakat secara langsung.
Adalah sutradara muda Sidharta Tata, yang menjalani debut perdananya dalam membuat film panjang ini berbeda dengan film horor lainnya.
Sutradara yang terlibat dalam penulisan skenario ini juga berpandangan bahwa tidak banyak film horor yang punya kualitas. Atas dasar itulah dan kepercayaan diri yang tinggi, Tata bisa menyelesaikan film horor “Waktu Maghrib” menjadi film yang bermartabat.
“Saya ingin punya tanggung jawab agar film ini memiliki martabat. Saat ini film horor sangat banyak, tapi kalau bicara ukuran kualitas kan bisa menghitungnya. Saya ingin ada pada titik di mana saya ingin menjaga film horor tetap bermartabat,” kata Tata dalam konfrensi pers di kawasan Epicentrum, Jakarta Selatan
Sinopsis Film Waktu Maghrib
Film “Waktu Maghrib” bercerita tentang sosok tiga orang remaja bernama Adi, Saman, dan Ayu yang tinggal di Desa Jatijajar, desa terpencil di daerah Jawa Tengah.
Karena harus membantu keluarga mereka di ladang, Adi dan Saman sering terlambat masuk sekolah. Akibatnya, Adi dan Saman sering mendapat hukuman dari Bu Woro, guru mereka yang disiplin dan galak.
Suatu hari, amarah Adi dan Saman sudah tak dapat terbendung. Mereka menyumpahi Bu Woro, bahkan berharap agar Bu Woro mati saja.
Sumpah tersebut terucap bersamaan dengan kumandang adzan Maghrib. Tak lama setelah itu, Bu Woro meninggal secara tragis.
Sejak saat itu, Adi dan Saman mengalami teror mistis yang mengerikan. Sosok makhluk halus misterius berseragam guru yang menyerupai Bu Woro hadir menghantui mereka.
Seiring berjalannya waktu, teror tidak hanya mengancam fisik, tetapi juga jiwa mereka.
Setelah membunuh ayam piaraan Pak Lurah, Saman melawan kakaknya hingga tewas.
Usai melakukan aksi penuh darah ini, remaja itu kesurupan dan bunuh diri tepat saat adzan Maghrib berkumandang.
Ayu menduga ada kekuatan roh jahat yang lebih menakutkan di balik rentetan peristiwa ini. Jika ia tak melakukan sesuatu, Adi akan bernasib sama dan teror akan terus menghantui mereka.
Film “Waktu Maghrib” dibintangi oleh sederet aktor muda, antara lain Aulia Sarah, Taskya Namya, Ali Fikry, Bima Sena, Nafiza Fatia Rani, dan Andri Mashadi.









