TinjauAds
Tinjau

Kasus Stunting di IKN Masih Tinggi

Dibaca dalam waktu1 Menit, 19 Detik

Kasus stunting di Ibukota Negara Nusantara (IKN) masih tinggi. Data dari Dinas P3AP2KB Kabupaten Penajam Paser Utara menyebut, sedikitnya terdapat 2.072 kasus stunting di wilayah sekitar IKN.

Penajam Paser Utara, tinjau.id Jumlah kasus stunting di Kecamatan Sepaku, Kab. Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, daerah yang bakal menjadi wilayah IKN, hingga Februari 2023 masih cukup tinggi. Meski mulai mengalami penurunan, namun jumlah keluarga berisiko stunting di Kecamatan Sepaku masih 2.072 KK.

Kepala Dinas P3AP2KB Kab. Penajam Paser Utara, Chairur Rozikin, mengatakan kasus stunting tahun 2022 di wilayahnya menduduki peringkat kedua tertinggi di Kalimantan Timur. Satu tingkat di bawah Kabupaten Kutai Barat.

Berdasarkan data, tahun 2021 stunting di Kabupaten Penajam Paser Utara tercatat 27 ribu kasus. Jumlah tersebut turun di 2022, menjadi 21 ribu kasus.

“Secara nasional, khususnya Kalimantan Timur, di Kabupaten Penajam Paser Utara ada di angka 27 ribu kasus. Atau menduduki peringkat nomor 2, di bawah Kabupaten Kutai Barat. Tetapi di 2022 lalu, menurun menjadi 21 ribu kasus,” kata Rozikin, sapaannya, usai mengikuti musrembang Kamis (9/2/23) siang.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Menurutnya, masih tingginya jumlah kasus stunting di wilayah Sepaku dipicu oleh minimnya kesadaran masyarakat untuk memberikan ASI bagi bayi yang baru lahir.

Tingginya angka stunting di wilayah Sepaku ini pun menjadi perhatian serius pemerintah daerah setempat. Pemda berjanji akan kembali gencar pembagian tablet vitamin bagi balita melalui posyandu. Termasuk juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan ASI. Pasalnya, bagi Rozikin, hampir 90 persen wilayah Sepaku nantinya akan masuk ke dalam kawasan IKN.

“Sebelum isu stunting ini menjadi perhatian pemerintah pusat, maka kami pemerintah daerah akan berupaya keras menekan angka stunting ini,” pungkas Rozikin.

Editor : Stebby Julionatan

Back to top button