Mengenal Hari Layang-layang Internasional, Dirayakan Setiap 14 Januari
Mengenal hari layang-layang Internasional yang dirayakan setiap tanggal 14 Januari. Setiap tanggal tersebut, akan banyak layang-layang yang menghiasi langit dunia, tidak terkecuali Indonesia.
Jakarta – Layang-layang merupakan salah satu permainan yang diminati tidak hanya oleh anak-anak tapi juga orang dewasa di seluruh dunia. Tahukah kamu, layang-layang diyakini pertama kali dipopulerkan sekitar 3.000 tahun lalu di China.
Kala itu, sudah ada bahan-bahan untuk membuat layang-layang, antara lain kain sutra sebagai bahan layar, sutra berkekuatan tensil tinggi untuk jalur terbang, dan bambu sebagai kerangka yang ringan namun kuat. Diketahui, layang-layang paling awal di China bentuknya datar tidak membungkuk, serta sebagian besar berbentuk persegi panjang.
Setelahnya, layang-layang pun mulai dikenal luas ke sejumlah negara, antara lain Korea, Jepang, India, Arab, Indonesia, dan pulau-pulau Oseania di sisi timur Pulau Paskah.
Layang-layang pun tetap dimainkan hingga kini, bahkan ada hari khusus untuk memperingati layang-layang internastional (International Kite Festival) setiap tanggal 14 Januari.
Hari Layang-layang Internasional diyakini berasal dari India, salah satunya Kota Ahmedabad di negara bagian Gujarat. Pada hari ini, terdapat festival layang-layang yang bisa dinikmati oleh siapa pun.
Dilansir dari National Today, Selasa (10/1/23), festival layang-layang ini disebut sebagai Uttarayan dalam bahasa Hindi, serta dikenal pula sebagai Makar Sankranti di daerah lain di India.
Festival layang-layang
Festival ini diadakan guna memperingati transisi dari musim dingin ke musim panas. Adapun layang-layang melambangkan bangunnya para dewa dari tidur mereka saat musim dingin.
Sebelum festival dimulai, para pembuat layang-layang akan mempersiapkan layang-layangnya sejak jauh hari. Tidak hanya itu, sejumlah pasar juga akan dipadati penggemar layang-layang dan peserta festival layang-layang.
Dalam festival nantinya terdapat berbagai jenis layang-layang, mulai dari yang sederhana nan ringan dari kertas warna-warni dan rangka bambu hingga yang bergambar artis Bollywood atau pun tema-tema sosial.
Selain itu, garis layang-layang sering kali dilapisi dengan campuran beras dan pecahan kaca karena layang-layang akan saling beradu di langit.
Para peserta juga akan berusaha memotong tali layang-layang peserta lainnya, sekaligus menjatuhkan layang-layang mereka selama festival.
Festival ini tidak hanya diramaikan oleh layang-layang, tapi juga akan ada aksi akrobat yang akan tampil pada siang hari.
Pada malam hari, umumnya layang-layang bercahaya atau tukkal akan diterbangkan, disertai oleh penampilan kembang api.
Festival layang-layang pun tidak hanya dirayakan di India, tapi juga di Indonesia, Jepang, Malaysia, Amerika Serikat, Australia, dan Brasil.
Editor: Michael Ckow









