Judi Tembak Ikan Marak di Bagan Batu, Riau
Aktivitas judi tembak ikan semakin marak. Temuan baru Lembaga Investigasi Tindak Pidana Korupsi (LI-TPK) menyebut permainan judi tembak ikan semakin merajalela di sejumlah tempat di Bagan Batu, Riau.
Pekanbaru, tinjau.id – Menurut LI-TPK, aktivitas judi tembak ikan ini masih belum tersentuh pihak kepolisian, padahal warga sudah semakin resah.
Temuan baru LI-TPK menunjukkan adanya sebuah tempat yang berdampingan dengan sebuah hotel sebagai area lokasi permainan judi tembak ikan.
Melansir dari skpknews.id, di Provinsi Riau, tempat permainan judi tembak ikan semakin menjamur dan meresahkan warga sekitar. Pantauan jurnalis SKPK News, sejumlah tindakan razia oleh aparat tidak lalu menghilangkan aktivitas amoral ini.
“Sudah banyak pemberitaan ya kan, tapi tuh judi ini sudah jadi kayak aktivitas biasa. Malah anak-anak ikut main. Sudah seperti permainan biasa. Padahal kan ada uang. Ya judi,” ujar seorang N, seorang warga dekat lokasi Hotel yang tidak bersedia dipublikasi identitasnya.
N dan sejumlah warga mengkhawatirkan, maraknya permainan judi ini, akan memengaruhi lingkungan tempat tinggal mereka.
“Kan waktu baca Tinjau dan SKPK News beberapa minggu lalu, di Rokan misalnya, ada tokoh masyarakat yang resah. Judi ini merusak rumah tangga. Suami di tempat judi, keluarga terlantar. Ini masalah sosial. Kami tidak mau gambaran di Rokan itu terjadi juga di sini. Apalagi ini sudah ada anak-anak. Aduh bagaimana ini. Polisi tindak dong. Mau jadi apa anak bangsa ini,” lanjut N.
Belum ada penanganan serius yang melenyapkan aktivitas judi
Pantauan jurnalis SKPK News yang dilansir redaksi Tinjau memperlihatkan kecemasan warga yang berharap Kepolisian Polda Riau untuk menindak tegas pemilik dan pemain judi tembak ikan tersebut.
“Kami ingin lingkungan tempat tinggalnya kondusif dan nyaman dari permainan yang tidak membawa kebaikan. Tapi kok semakin ramai judinya. Kapan ini mau ditindak. Masa dibiarkan,” ujar N.
N menjelaskan, salah satu tempat yang masih menjalankan permainan judi tembak ikan terpantau ada di Jalan Lintas Sumatera berdampingan dengan Hotel Sekip.
Di tempat ini, permainan judi tembak ikan semakin menjadi primadona. Ada beberapa pemain yang rutin bermain, salah satunya sebut saja Bang P (nama disamarkan).
Bang P mengaku tidak takut dan khawatir dirinya tertangkap polisi hanya karena bermain judi tembak ikan.
“Permainan judi tembak ikan di sini tidak terlalu mengkhawatirkan karena pemiliknya orang hebat, dan ada backing kuat. Ngapain takut polisi,” ujar Bang P.
Sikap tidak takut Bang P ini mengkhawatirkan. Menurut investigasi LI-TPK Riau, keberanian Bang P itu menjelaskan betapa sulitnya memberantas perjudian tembak ikan di Riau.
Telepon diduga petinggi Polisi Bagan Batu
Perjudian tembak ikan di Bagan Batu menurut LI-TPK Riau perlu mendapat perhatian penegak hukum pusat dalam hal ini Mabes Polri.
Dalam proses investigasi maraknya aktivitas judi tembak ikan ini, LI-TPK Riau mengakui bahwa pihaknya pernah mendapat telepon (menduga suara Kanit Reskrim Bagan Batu).
“Ketidaktakutan Bang P, lalu ada ancaman-ancaman ke LI-TPK maupun SKPK News menjelaskan bahwa aktivitas judi ini memang dijaga kuat,” rilis LI-TPK.
Menurut LI-TPK Riau, telepon yang diduga dari petinggi Polisi di Bagan Batu tersebut memperlihatkan keengganan aparat penegak hukum untuk memberantas judi tembak ikan.
“Kenapa kalian nggak naik berita lagi. Kalau berita saya tidak takut. Itulah kalimat yang kami duga merupakan suara Kanit Reskrim Bagan Batu,” ujar salah satu anggota LI-TPK Riau.
Lokasi Judi Tembak Ikan di Bagan Batu
Dari temuan LI-TPK, lokasi untuk menuju tempat judi tersebut dapat melalui Jalan Lintas Sumatera. Kemudian melewati arah barat menuju Jalan Yos Sudarso.
Belok kanan menuju Jalan Jenderal Sudirman dan belok kiri ke Jalan M Saleh Zainudin. Lalu menuju Jalan Fatmawati dan belok kanan ke Jalan Kampung Melayu.
Memasuki Jalan Pangkalpinang-Muntok belok kiri menuju Jalan Sudirman. Kemudian belok kiri ke Jalan Pelabuhan Tanjung Kalian.
Perjalanan terus berlanjut dengan menggunakan kapal ferry.
Setelah itu ke Jalan Tanjung Api-Api, dan belok kanan ke Jalan Bypass Alang-Alang Lebar. Terus ke Jalan Lintas Sumatera – Palembang Betung – Palembang Jambi. Tetap di jalan ini untuk masuk ke Jalan Banyuasin III.
Selanjutnya belok kiri ke Jalan Pattimura lanjut ke Jalan Depati Purbo, kemudian ke Jalan Purwodadi.
Perjalanan masih berlanjut ke Jalan Lintas Sumatera. Kemudian melewati Kantor Bupati Pelalawan. Sampai sini berlanjut ke Jalan Lintas Timur Jambi-Riau.
Lalu ke Jalan Harapan Raya, berlanjut ke Jalan Jendral Sudirman. Setelah itu belok ke kanan menuju jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah. Lalu ke Jalan Pattimura dan belok kanan ke Jalan Yos Sudarso.
Selanjutnya nanti ketemu bundaran, dan ambil jalan keluar keempat menuju Jalan Lintas Sumatra. Lalu masuk ke Jalan Tol Pekanbaru-Dumai. Keluar tol langsung menuju Jalan Arah Duri Utara.
Berlanjut ke Jalan Duri-Dumai, dan belok kanan akan langsung menuju Jalan Lintas Sumatera. Hingga akhirnya tiba di tujuan samping Hotel Sekip.
Sebelumnya pada 24 Februari 2023 lalu, LI-TPK sebagaimana dilansir dari skpknews.id, menyoroti keberadaan pengusaha berinisial JTN yang menurut dugaan LI-TPK merupakan pemilik ratusan meja judi Tembak Ikan yang beroperasi di wilayah Rokan Hilir, Riau ini.
“Itu JTN kenapa aman-aman saja seolah-olah tak ada masalah,” kata Ketua LI-TPK, Bambang Sibangariang yang juga Pemimpin Umum SKPK News.
“Kami mensinyalir JTN memiliki ratusan meja judi Tembak Ikan di daerah Pekanbaru dan sekitarnya. Termasuk di Rokan Hilir yang menjadi temuan beberapa waktu lalu. Temuan ini hasil investigasi petugas LI-TPK di Riau,” ungkap Bambang, di Jakarta, Selasa (21/2/2023).
Temuan LI-TPK menyebutkan bahwa diduga JTN mendapat bekingan beberapa oknum, agar usahanya berjalan sesuai keinginan dan sesuai target.
JTN menurut informasi LI-TPK melakoni bisnis sebagai bandar judi Tembak Ikan sejak beberapa tahun belakangan ini.
“Penelusuran tim LI-TPK di lapangan JTN ini merupakan ketua bidang pengusaha dari sebuah organisasi kepemudaan di Pekanbaru, Riau,” sebut rilis LI-TPK dan temuan bersama tim di lapangan.









