TinjauAds
Tinjau

Hari Musik Nasional, Miris Langkanya Lagu Anak Indonesia

Dibaca dalam waktu1 Menit, 45 Detik

Hari Musik Nasional tergerus dengan langkanya lagu-lagu anak. Penyebabnya, musisi pencipta atau pun penyanyi lagu anak  semakin langka. Begitu juga industri kurang minat dengan ekosistem lagu anak. 

Jakarta, tinjau.id – Setiap tanggal 9 Maret, kita kenal sebagai Hari Musik Nasional.

Penetapan Hari Musik Nasional awalnya tahun 2013 oleh Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2013.

Kepres tersebut menyebutkan bahwa musik adalah ekspresi budaya yang bersifat universal dan multidimensional.

Berdasarkan putusan  itu juga, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan memasukkan mata pelajaran seni musik di sekolah-sekolah.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Hal ini agar sejak kecil masyarakat sudah mengapresiasi musik nasional dan daerah. Sekaligus mengingatkan kembali bahwa musik dan lagu sebagai sarana pembentukan pribadi bangsa sejak usia dini.

Dan tujuan utamanya adalah memperkuat ekosistem Musik Nasional sehingga musik Indonesia lebih terkenal di kancah musik dunia.

Namun, mirisnya saat ini anak-anak Indonesia kekurangan lagu-lagu yang sesuai dengan kebutuhan usia mereka. Itu sebabnya mereka kini lebih hafal lagu-lagu orang dewasa.

Hal ini juga berbarengan dengan semakin hilangnya acara-acara musik anak di televisi, sejak satu dasawarna terakhir.

Kegalauan langkanya lagu anak-anak saat ini, perlu imbang. Apalagi sekarang dengan adanya Merdeka Belajar, sebaga sarana pembangunan karakter anak-anak.

[custom-related-posts title=”Related Posts” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

“Anak-anak harus berekspresi sesuai dengan usianya, bermain, bernyanyi” kata Ahmad Mahendra, Direktur Perfilman Musik dan Media Kemendikbudristek  saat peluncuran Kita Cinta Lagu Anak (KILA) 2023.

Bingung anak-anak sekarang nyanyi lagu dewasa. Lagu Korea, fasih banget, tapi ketika meminta menyanyikan  lagu anak-anak,mereka nggak tahu.

Prihatin dengan Perkembangan Anak

“Kami merasa prihatin dengan perkebangan anak-anak. Bangsa ini bisa bagus dan besar, bermula dari pendididkan anak-anak selagi masih kecil. Kita pengen punya generasi yang mumpuni,“ tambah Denok Bintarno, pemerhati pendidikan anak Indonesia.

Memang saat ini Industri kurang minat dengan ekosistem lagu anak. Bersamaan itu pula, musisi pencipta atau pun penyanyi lagu anak pun semakin langka, sehingga kehadiran lagu-lagu anak terbatas.

Sudah saatnya melalui Hari Musik Nasional tahun ini, kita semua memikirkan dan memberikan langkah nyata. Semangat maju, untuk musik anak Indonesia.

Selamat Hari Musik Nasional.

Back to top button