TinjauAds
Tinjau

Konser Dewa-19 Membuka Mata Masyarakat

Dibaca dalam waktu2 Menit, 23 Detik

Konser Dewa-19 yang berlangsung di Jakarta Internasional Stadium (JIS), Jakarta Utara, Sabtu (4/2/23) lalu membuka mata masyarakat. Polemik yang muncul membuat masyarakat mempertanyakan kesiapan JIS.

Jakarta – Banyak penonton yang kecewa dengan kekacauan akses menuju Jakarta Internasional Stadium (JIS), Jakarta Utara. Kekacauan itu dikarenakan kurangnya akses menunju tempat JIS, tempat terhelatnya Konser Pesta Rakyat 30 Tahun Dewa-19.

Beberapa hal yang mesti menjadi perhatian ialah venue yang kurang ramah transportasi umum, tidak memiliki kantong parkir yang luas, hingga trotoar yang minim bagi pejalan kaki.

Akibatnya, beberapa Baladewa dan Baladewi, sebutan fan Dewa 19, yang berjalan kaki.

Hal ini dialami oleh Belia Barizza (28), salah satu penonton yang terpaksa berjalan kaki untuk bisa pulang. Belia mengaku berjalan dari JIS untuk mengambil kendaraannya yang parkir di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Mulanya, dia berniat untuk menumpangi bus Transjakarta yang promotor siapkan. Namun, ketika melihat antreannya Belia urung menumpangi bus.

“Saya ikut yang jalan kaki karena antre di shuttle bus juga udah chaos banget. Saya jalan kaki dari JIS ke JIExpo mungkin sejam dalam kondisi desak-desakkan,” kata Belia, pada Selasa (7/2/23).

Belia menyampaikan bahwa kondisi ruas jalan sekitar JIS kala itu penuh dengan kendaraan seperti mobil, motor, dan penonton yang memilih berjalan kaki. Tak hanya itu saja, kendaraan yang parkir liar turut menambah runyam jalanan yang membuat penonton konser sulit untuk melintas. Belia pun harus berjalan secara perlahan di antara lautan manusia.

“Jadi jalan yang harus dilewati mobil dilewatin orang semua, macet gara-gara orang jalan. Sedangkan jalan untuk mobil cuma dua jalur,” ungkapnya.

“Itu kan jalannya juga enggak bisa cepat, karena semua orang juga jalan kaki,” sambung dia.

Wajar bila JIS masih jauh dari kata aman untuk menggelar acara besar yang mengundang puluhan ribu orang.

APMI sudah memprediksi

Bahkan Ketua Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI) juga memprediksi hal yang tidak menyenangkan. Ketua APMI, Dino Hamid mengungkapkan sudah menjelaskan kepada pihak kepolisian bahwa konser Dewa 19 di JIS itu akan menantang.

Cetak biru JIS merupakan stadion bertaraf internasional yang wajib terintegrasi dengan akses transportasi dan infrastruktur yang memadai. Karena kedua hal tersebut belum memadai, penonton beralih ke kendaraan pribadi untuk menuju lokasi konser.

“Ya, sesuai dengan analisis kami. Karena, JIS itu memang fiturnya disiapkan sebagai stadion yang terintegrasi dengan transportasi umum, bukan untuk diakses menggunakan kendaraan pribadi,” jelas Dino Hamid

Tidak hanya itu, lokasi yang berada di tengah permukiman penduduk juga menjadi hal yang membuat transportasi dan infrastruktur JIS tidak bisa matang. Jika pihak pengembang JIS tidak membenahi masalah-masalah yang ada, cerita-cerita yang sama dari masyarakat bisa akan terus berulang di kemudian hari.

“Persoalan di JIS kemarin murni belum siap akses transportasi umum dan infrastrukturnya. Kalau nanti visi itu semua sudah aman dan jadi, saya rasa akan proper,” kata Dino.

“Jadi, memang faktor infrastruktur dan dukungan dari sisi transportasi harus sudah benar-benar mantap. Kalau tidak, akan terus menjadi seperti itu,” imbuhnya.

Back to top button