TinjauAds
Tinjau

Gempa 5,2 M di Selatan Banten Repetisi Tahun Lalu

Dibaca dalam waktu1 Menit, 48 Detik

Gempa terjadi lagi di selatan Banten. Guncanggan dengan kekuatan 5.2 magnitudo yang terjadi pada Selasa (7/2/23) pagi, merupakan gempa ulangan yang terjadi tepat setahun yang lalu.

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya gempa dengan kekuatan 5.2 magnitudo yang menguncang wilayah selatan Lebak, Banten pada Selasa (7/2/23), pukul 07.35 WIB.

Guncangan terjadi pada koordinat 7,40 derajat LS dan 105,90 derajat BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 66 km Barat Daya Bayah, Banten pada kedalaman 41 km.

Tepat tahun lalu, Jumat (4/2/22) gempa juga terjadi di wilayah yang sama, dengan kekuatan 5.5 magnitudo. Kala itu gempa berpusat pada 71 km Barat Daya Bayah, Banten.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, berdasar lokasi episenter dan ke dalam hiposenternya, ini merupakan gempa dangkal.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

“Akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah Lempeng Eurasia,” jelas Daryono dalam keterangan resminya.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa guncangan ini memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust).

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” sambung Daryono.

Imbau masyarakat tetap tenang

Gempa dirasakan di sejumlah daerah dengan skala yang berbeda. Berikut sebarannya:

III-IV Bayah, Banjarsari, dan Tamanjaya.
III Serang, Pandeglang, Malingping, Ciptagetar, Cikeusik, Labuan, Tangerang, Panimbang, dan Cinangka
II Tangerang Selatan, Bogor, Cianjur, Sukabumi, dan Jakarta

Skala Modified Mercali Intensity (MMI), atau biasa kita kenal dengan skala Mercalli merupakan gambaran dampak dari gempa yang terjadi.

Dengan skala II MMI maka getaran akan terasa oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang tergantung akan bergoyang. Pada skala III MMI maka getaran terasa nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

Sedangkan, pada skala IV MMI berarti pada siang hari akan terasa oleh orang banyak dalam rumah. Sedangkan, hanya beberapa orang yang merasakan guncangan ketika di luar rumah. Selain itu, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

Daryono mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan menghindari bangunan yang retak atau rusak.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan terhadap guncangan. Ataupun, tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah,” pesan Daryono.

Editor: Stebby Julionatan

Back to top button