TinjauAds
Tinjau

Bogor Street Festival Cap Go Meh 2023

Dibaca dalam waktu2 Menit, 56 Detik

Bogor Street Festival Cap Go Meh (BSF CGM) 2023 telah sukses digelar. Agenda budaya yang mengangkat tema Unity and Diversity tersebut ‘pecah’ dengan atraksi kolosal dan pawai di sepanjang Jalan Suryakencana – Siliwangi hingga pukul 24.00 WIB, Minggu (5/2/23) malam.

Bogor – Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo menyebut BSF CGM 2023 sebagai ajang pemersatu bangsa. Semua tampilan seni budaya hingga UMKM terlibat. Kota Bogor ia nilai sukses menggelar kegiatan yang mengangkat nilai-nilai toleransi dan menjadikan keberagaman sebagai sebuah kekuatan yang menyejahterakan warganya.

Pembacaan doa bersama enam tokoh agama yang diselingi dengan pembacaan Wangsit Siliwangi mengawali pembukaan BSF CGM 2023. Event tersebut juga dihadiri oleh sederet tokoh nasional dan masyarakat dari luar Bogor.

“Saya memberi apresiasi yang setinggi-tingginya kepada penyelenggara dan pemerintah kota. Tentuny,a juga kepada seluruh masyarakat Bogor yang terlibat. Tidak ada yang lebih indah dari menjaga keutuhan Bhineka Tunggal Ika. Jadi, mari kita terus jaga keberagaman dan persatuan Indonesia,” ungkap Angela, sebelum ia membuka agenda pawai budaya BSF CGM 2023 di atas panggung utama, Jalan Suryakencana, kota setempat.

Angela pun mengungkapkan bahwa BSF CGM 2023 adalah perayaan yang sangat spesial bagi dirinya. Sebab, ia bisa merayakan Cap Go Meh di tengah-tengah antusiasme masyarakat Kota Bogor yang luar biasa. Hal lain yang membuatnya bangga, karena BSF CGM sudah masuk ke dalam kalender event nasional yakni Kreasi Event Nusantara (KEN) dari Kemenparekraf.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Digunakan Untuk Berpamitan

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menilai, dari angka 1 sampai 10, Ridwan memberi nilai 9 bagi pelaksanaan BSF CGM 2023. Menurutnya, BSF CGM merupakan wajah terbaik dari Jawa Barat.

“Kota Bogor mewakili wajah terbaik dalam menjaga Pancasila, menjaga Bhineka Tunggal Ika, memelihara keberagaman dalam kedamaian,” ujar Kang Emil sapaan akrab Ridwan Kamil.

Pesan keberagamannya sangat jelas, kata gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini. Doanya saja dilakukan oleh lintas agama dan menghadirkan kesenian dari seluruh Nusantara. Bedanya, ini adalah momen terakhir saya sebagai Gubernur Jawa Barat.

Emil pun menggunakan kesempatan tersebut untuk berpamitan kepada seluruh warga Kota Bogor. Meskipun baru September mendatang masa jabatannya akan berakhir, namun BSF CGM 2023 merupakan street festival terakhir bagi dirinya sebagai Gubernur Jawa Barat.

“Mudah-mudahan keberagaman ini terus terjaga. Disempurnakan, diperbaiki sampai akhirnya menjadi yang terbaik se-Indonesia,” kata Kang Emil.

Tradisi Merawat Keberagaman

Wali Kota Bogor, Bima Arya pun menyampaikan hal yang senada. Bima mengatakan alasan BSF CGM menjadi acara yang wajib ditunggu.

“Karena selain untuk mencari hiburan, berwisata kuliner, dan menyaksikan parade, masyarakat yang hadir dari berbagai daerah di luar Kota Bogor juga ingin merayakan keberagaman dan persaudaraan dalam perbedaan. DNA Kota Bogor adalah DNA yang cinta keberagaman. Karena itu izinkan saya menyampaikan ‘Dari Bogor untuk Indonesia bersatu dalam keberagaman’,” kata Bima Arya.

Bima Arya yang juga akan mengakhiri masa jabatanya di tahun ini juga menyampaikan pesan kepada Wali Kota Bogor berikutnya, agar tetap memelihara keberlangsungan BSF CGM.

“Bukan sekedar kesenian dan kebudayaan, tetapi ini adalah tradisi merawat keberagaman dan merupakan warisan turun temurun dari nenek moyang kita. Mudah-mudahan terus berkolaborasi dengan Pemkot Bogor, karena ini semangat Indonesia, sesuai tagline-nya ‘Dari Bogor untuk Indonesia’,” ujarnya.

Ketua Panitia BSF CGM 2023, Arifin Himawan mengungkapkan, keberagaman kebudayaan yang dipentaskan menjadi tanggung jawab bersama untuk melestarikannya. “Bogor Street Festival – Cap Go Meh bukan perayaan keagamaan, tetapi perayaan kebudayaan dan kesenian yang bisa dinikmati semua tanpa melihat latar belakang,” ungkapnya.

Munurut Ahim, sapaan akrab Arifin Himawan, BSF CGM adalah miniatur kesenian dan kebudayaan Kota Bogor yang pelaksanaannya selama ini, bisa berjalan berkat dukungan dari masyarakat, pemerintah daerah dan pusat.

Penulis: Billy Adhiyaksa
Editor: Stebby Julionatan

Back to top button