TinjauAds
Tinjau

PBNU Gelar Muktamar Internasional Fiqih Peradaban

Dibaca dalam waktu1 Menit, 32 Detik

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Muktamar Internasional Fiqih Peradaban pertama di Hotel Shangrila Surabaya, Senin (6/2/23). Wakil Presiden Ma’ruf Amin membuka acara yang menjadi rangkaian peringatan harlah Satu Abad NU tersebut.

Surabaya – Selain Wapres Ma’ruf Amin, tampak hadir pula dalam acara tersebut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Menteri Agama Gus Yaqut, dan juga istri Almarhum Mantan Presiden Gus Dur, Sinta Nuriah Wahid.

Sejumlah pakar baik dari dalam negeri maupun mancanegara, juga akan menjadi pembicara dalam kegiatan tersebut. Mereka akan mengulas berbagai persoalan kontemporer dari sudut pandang Islam, mulai dari format negara-bangsa, relasi dengan non-muslim, hingga tata politik global.

Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dalam sambutannya menyampaikan, muktamar ini sebagai permulaan NU membangun masa depan peradaban manusia yang lebih mulia.

“Pada hari ini NU menginisiasi satu upaya dari sisi Islam sebagai sumbangan bagi perjuangan untuk peradaban umat manusia yang lebih mulia, lebih damai, dan lebih harmonis,” ujar Gus Yahya.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

NU ingin memulai perbincangan serius

Gus Yahya melanjutkan, sebenarnya selama ini sudah ada wacana yang cukup besar tentang toleransi dan moderasi beragama. Namun wacana tersebut belum serius dibahas. Lewat muktamar ini NU ingin memulai suatu perbincangan serius di kalangan ulama ahli fiqih tentang bagaimana sebetulnya wawasan tentang masa depan peradaban itu jika dikaitkan dengan nilai-nilai syariat yang valid.

“Ini bukan satu agenda kecil. Ini agenda raksasa dan tentu harus melewati pergulatan yang tidak ringan. Tetapi kita harus memberanikan diri untuk memulai,” ujarnya.

Gus Yahya menambahkan, muktamar fiqih tersebut memiliki tujuan yang sama dengan harapan para pemimpin lintas agama pada Forum G20 pada November 2022 lalu.

“Para pemimpin agama sepakat untuk menggalang kekuatan dan membangun gerakan guna mewujudkan dunia yang lebih harmonis. Maka, masing-masing komunitas agama di seluruh dunia, mulai mengupayakan inisiatif-inisiatif dari sisi agamanya masing-masing. Untuk mewujudkan perdamaian dunia,” pungkas Gus Yahya.

Editor: Stebby Julionatan

Back to top button