10 Prinsip Pengasuhan Anak Menurut Profesor Laurence Steinberg
Laurence Steinberg, seorang Profesor dari Amerika dalam bidang Psikologi, memberikan 10 prinsip penting yang bisa Anda praktikkan kala mengasuh dan mendidik anak.
Jakarta – Mengasuh dan membesarkan anak merupakan tanggung jawab mulia, namun tentu juga dilengkapi tantangan yang tak sederhana. Bagi orangtua Melakukan kiat ini akan menjadi hal penting demi terwujudnya pengasuhan yang berhasil, sekurangnya bagi diri dan anak mereka sendiri.
Laurence Steinberg, seorang Profesor dari Amerika dalam bidang Psikologi, memberikan 10 Prinsip Pengasuhan Anak yang bisa Anda praktikkan kala mengasuh dan mendidik anak.
10 Prinsip Pengasuhan Anak :
1. Apa yang Anda lakukan itu penting.
Baik pola kesehatan Anda atau cara Anda memperlakukan orang lain, anak-anak Anda belajar dari apa yang Anda lakukan. “Ini adalah salah satu prinsip terpenting,” jelas Steinberg. “Apa yang Anda lakukan membuat perbedaan… Jangan hanya bereaksi secara tiba-tiba. Tanyakan pada diri Anda sendiri, Apa yang ingin saya capai, dan apakah ini akan memberikan hasil seperti itu?”
2. Anda tidak bisa terlalu mencintai.
“Tidak mungkin memanjakan seorang anak dengan cinta,” tulis Steinberg. “Apa yang sering kita anggap sebagai hasil dari memanjakan seorang anak bukanlah hasil dari menunjukkan terlalu banyak cinta kepada seorang anak. Itu biasanya merupakan konsekuensi dari memberi seorang anak sesuatu sebagai pengganti cinta – hal-hal seperti keringanan hukuman, materi, atau harta benda.”
3. Terlibatlah dalam kehidupan anak Anda.
“Menjadi orangtua yang terlibat membutuhkan waktu dan kerja keras, dan itu sering kali berarti memikirkan kembali dan mengatur ulang prioritas Anda. Ini juga mungkin berarti mengorbankan apa yang ingin Anda lakukan untuk apa yang perlu Anda lakukan bagi anak Anda. Hadirlah secara mental dan fisik.”
Terlibat tidak berarti melakukan pekerjaan rumah anak atau mengoreksinya. “PR adalah alat bagi guru untuk mengetahui apakah anak sedang belajar atau tidak,” kata Steinberg. “Jika Anda mengerjakan pekerjaan rumah anak Anda, Anda tidak membiarkan guru mengetahui apa yang dipelajari anak itu.”
4. Sesuaikan pola asuh Anda agar sesuai dengan anak Anda.
Seimbangkan pola asuh dengan perkembangan anak Anda. Anak Anda selalu tumbuh dewasa kian harinya. Pertimbangkan bagaimana usia memengaruhi perilaku dan sifat anak.
5. Tetapkan dan tetapkan aturan.
“Jika Anda tidak mengatur perilaku anak Anda ketika dia masih muda, dia akan kesulitan belajar bagaimana mengatur dirinya sendiri ketika dia lebih besar dan Anda tidak ada. Setiap saat, siang atau malam, Anda harus selalu bisa menjawab tiga pertanyaan ini: Di mana anak saya? Siapa yang bersama anak saya? Apa yang dilakukan anak saya?









